
SANGATTA – Warga Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terpaksa menjalani hari-hari tanpa penerangan listrik selama hampir dua pekan terakhir. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang selama ini menjadi satu-satunya sumber listrik desa tersebut mengalami kerusakan setelah tersambar petir.
Insiden itu terjadi saat hujan lebat sekitar 15 hari lalu dan mengakibatkan sistem PLTS yang telah beroperasi sejak 2018 tidak lagi berfungsi. Akibatnya, aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari, menjadi terganggu.
Sekretaris Desa Pulau Miang, Agus, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kerusakan PLTS diduga kuat akibat sambaran petir yang mengenai instalasi pembangkit.
“Kurang lebih 15 hari lalu PLTS kami rusak. Informasinya karena tersambar petir saat hujan deras,” ujar Agus saat dikonfirmasi di Sangatta, Senin (19/1).
Selama ini, PLTS komunal tersebut menjadi sumber listrik utama bagi 112 kepala keluarga di Pulau Miang. Listrik disalurkan secara gratis kepada warga dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat desa.
PLTS berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp) itu merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan berperan penting dalam menunjang kehidupan warga, termasuk sektor pariwisata desa.
Agus menuturkan, kerusakan tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Saat ini, pemerintah desa bersama warga masih melakukan pengecekan teknis untuk memastikan tingkat kerusakan yang terjadi.
“Hasil pengecekan awal, ada satu komponen utama yang harus diganti. Informasinya, alat tersebut harus didatangkan dari luar negeri,” jelasnya.
Mengingat keterbatasan anggaran dan teknis, pemerintah desa bersama masyarakat berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar perbaikan PLTS dapat segera dilakukan.
“Kalau terlalu lama rusak, masyarakat akan sangat kesulitan. Kami berharap PLTS ini bisa segera berfungsi kembali,” pungkasnya.(Yst)


