Berita

Kolaborasi dan Validasi Data BNBA Jadi Kunci Penanganan Stunting di Bengalon

586
×

Kolaborasi dan Validasi Data BNBA Jadi Kunci Penanganan Stunting di Bengalon

Share this article

BENGALON – Kolaborasi antarsektor dan validasi data berbasis By Name By Address (BNBA) menjadi strategi utama dalam menuntaskan permasalahan stunting di Kecamatan Bengalon. Hal ini disampaikan Ahli Madya Puslatbang KDOD LAN WI, Dr. Rahmat Suparman, usai kegiatan bedah data angka stunting di Gedung Serba Guna, Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Senin (17/2/2025) siang.

“Kerja sama Pak Kadis dan Bu Camat dalam verval data BNBA adalah upaya mengubah mindset birokrasi. Data stunting harus valid agar intervensi tepat sasaran. Bahkan, jika anggaran mencapai Rp500.000 per bulan per penerima, dampaknya akan sangat signifikan dalam setahun,” tegas Rahmat, didampingi Sekretaris TPPS Kutim, Achmad Junaidi.

Rahmat mengkritisi capaian penurunan angka stunting sebelumnya, dari 29% ke 16% (hanya 12%), yang masih di bawah target nasional sebesar 14%. Menurutnya, pendekatan sektoral harus diubah dengan solusi berbasis permasalahan pembangunan.

“Program makan siang gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil tahun ini harus diprioritaskan. Dengan one data, kita bisa mengidentifikasi kekurangan gizi ibu hamil dan mencegah stunting sejak dalam kandungan,” jelasnya.

Rahmat menekankan bahwa mindset satu data dan kolaborasi harus menjadi acuan bersama. Ia optimistis bahwa dengan program Bupati periode 2025-2030, Pemkab Kutai Timur mampu menuntaskan permasalahan stunting.

“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan Bupati 2025-2030 nanti, program-program utama seperti stunting dan gizi buruk bisa benar-benar tuntas,” ujarnya.

Acara ini ditutup dengan komitmen para peserta untuk mengoptimalkan BNBA dalam pemetaan keluarga berisiko, serta mendorong edukasi gizi dan pencegahan perkawinan dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *