Berita

Musda KNPI Kutim: Avivurahman Al-Ghazali Terpilih Sebagai Ketua, Akhiri Dualisme dan Rajut Persatuan

437
×

Musda KNPI Kutim: Avivurahman Al-Ghazali Terpilih Sebagai Ketua, Akhiri Dualisme dan Rajut Persatuan

Share this article

SANGATTA – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencetak sejarah baru dengan berakhirnya dualisme kepemimpinan yang selama ini membayangi organisasi tersebut. Digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Musda ini dihadiri oleh empat Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kalimantan Timur (Kaltim), serta diikuti oleh 79 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang menjadi peserta.

Dalam Musda ini, Avivurahman Al-Ghazali atau yang akrab disapa Abi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KNPI Kutim. Tidak ada calon lain yang maju dalam proses penjaringan, sehingga dalam rapat pleno keempat, dirinya resmi ditetapkan sebagai ketua baru.

Ajak Pemuda Bersatu

Dalam pidato perdananya, Abi menegaskan bahwa terpilihnya ia sebagai ketua bukanlah kemenangan individu atau kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh pemuda Kutai Timur. Ia mengajak semua elemen kepemudaan untuk bersama-sama membangun solidaritas dan menjaga persatuan.

“Ini bukan hanya kemenangan saya atau tim, ini kemenangan semua pemuda Kutai Timur. Mari kita bersama-sama menatap ke depan, membangun solidaritas, dan menjaga persatuan yang selama ini kita perjuangkan,” ujar Abi.

Abi menekankan bahwa KNPI adalah rumah besar bagi seluruh OKP. Ia berkomitmen menjadikan organisasi ini sebagai wadah kaderisasi dan kolaborasi yang mampu menghadirkan program-program nyata bagi pemuda dan pembangunan daerah.

“Yang utama adalah memastikan bahwa program-program KNPI berjalan dengan baik, sejalan dengan tugas-tugas organisasi. Kita ingin menciptakan suasana kebersamaan yang lebih erat,” tegasnya.

Akhiri Dualisme, Perkuat Sinergi

Salah satu fokus utama kepemimpinan Abi adalah mengakhiri perpecahan yang sempat terjadi di tubuh KNPI Kutim. Ia ingin memastikan bahwa semua OKP, termasuk yang sebelumnya berbeda pandangan, tetap memiliki tempat dalam organisasi ini.

“Saya ingin meluruskan, Pemuda Muhammadiyah tetap hadir dalam Musda ini. Namun, memang ada dinamika tersendiri di antara saudara-saudara seperjuangan kita. Yang jelas, KNPI adalah rumah bersama yang harus kita jaga dan bangun bersama,” ujarnya.

Dengan berakhirnya dualisme, diharapkan KNPI Kutim bisa lebih solid dan inklusif. Kepemimpinan Abi juga dituntut untuk menjawab berbagai tantangan zaman, termasuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat menjadi agenda utama dalam periode kepemimpinan mendatang. Dengan semangat baru, KNPI Kutim siap melangkah ke depan sebagai wadah aspirasi pemuda yang lebih kuat dan bersatu.

(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *