Berita

Semangat Gotong Royong Warga Singakarta RT 55: Jalan Poros Kini Terang Benderang dan Aman

401
×

Semangat Gotong Royong Warga Singakarta RT 55: Jalan Poros Kini Terang Benderang dan Aman

Share this article
banner 468x60

Sangatta – Warga RT 55 Desa Sangatta Utara kembali menunjukkan nilai luhur gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Setelah beberapa waktu terakhir dilaporkan maraknya aktivitas orang-orang mencurigakan di sekitar Jalan Poros Singakarta pada malam hari, warga sepakat untuk bergerak bersama. Hasilnya? Jalan yang dulunya gelap gulita kini telah terang benderang berkat lampu penerang jalan yang mereka pasang secara swadaya.

Keresahan warga bermula dari pengamatan sehari-hari. Jalan Poros Singakarta memang dikenal minim penerangan, terutama di malam hari. Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa mereka kerap melihat orang asing yang mondar-mandir dan berkeliaran di sekitar jalan tersebut.

“Ada saja yang lewat, kadang kelihatan cari-cari di parit. Kami khawatir ini bisa jadi rawan tindak kejahatan,” ungkap seorang warga.

Menurutnya, aktivitas yang tidak wajar itu kerap terjadi pada malam hari. Kegelapan yang menyelimuti Jalan Poros Singakarta menjadi celah bagi orang-orang tak dikenal untuk melakukan aktivitas mencurigakan, sekaligus menimbulkan rasa was-was di kalangan warga.

Didorong oleh kekhawatiran bersama, warga RT 55 memutuskan untuk mengambil langkah nyata. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka mulai mengumpulkan dana secara sukarela. Setiap rumah tangga menyisihkan sebagian rezekinya untuk mewujudkan cita-cita bersama: jalan yang lebih terang dan lebih aman.

Tidak hanya soal dana, warga juga terlibat langsung dalam proses teknis pemasangan lampu. Suasana gotong royong begitu terasa. Anak-anak muda membantu mengangkut tiang dan kabel, sementara warga yang lebih tua mempersiapkan peralatan dan mendampingi proses pemasangan.

“Kami patungan. Tidak besar, tapi semua ikhlas. Karena ini demi keamanan bersama,” tutur seorang tokoh masyarakat setempat.

Kini, Jalan Poros Singakarta telah berubah wajah. Lampu-lampu penerang jalan yang terpasang di sepanjang jalan menambah rasa aman bagi pengguna jalan. Aktivitas warga yang sebelumnya terbatas karena takut melintasi jalan gelap, kini mulai kembali normal.

“Alhamdulillah, sekarang jalan jadi terang. Anak-anak pun bisa lebih aman pulang ngaji malam. Kita juga lebih nyaman kalau ada keperluan mendesak di malam hari,” kata seorang ibu rumah tangga di kawasan itu.

Selain mengurangi potensi tindak kriminal, kehadiran lampu penerang jalan juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan di lingkungan warga. Beberapa warga berharap, inisiatif seperti ini bisa terus dijaga dan ditularkan ke wilayah lain.

“Kami ingin ini jadi contoh bagi RT atau desa lain. Kalau kita bersatu, apapun bisa kita wujudkan,” ujar seorang pemuda yang terlibat aktif dalam pemasangan lampu.

Warga pun berharap pemerintah desa maupun kabupaten dapat menindaklanjuti semangat ini dengan mendukung peningkatan fasilitas penerangan jalan di wilayah-wilayah lain yang masih gelap.

Apa yang dilakukan warga RT 55 Singakarta menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat. Dalam menghadapi tantangan bersama, solidaritas dan kebersamaan terbukti menjadi solusi yang efektif dan berdaya guna.

Kini, Jalan Poros Singakarta bukan lagi sekadar jalur transportasi, tetapi juga simbol kebersamaan warga yang peduli terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan. Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi dan pemicu bagi wilayah lain untuk terus bergerak dalam semangat gotong royong demi kebaikan bersama.

(Ai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *