Berita

Peresmian Dua Instalasi Pengolahan Air di Kutai Timur: Langkah Nyata Menuju Layanan Air Bersih Merata

480
×

Peresmian Dua Instalasi Pengolahan Air di Kutai Timur: Langkah Nyata Menuju Layanan Air Bersih Merata

Share this article
banner 468x60

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi mengoperasikan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) penting yang diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih di wilayah Sangatta dan sekitarnya. Kedua instalasi tersebut adalah IPA Kabo dengan kapasitas 50 liter per detik, dan IPA Sangkima–Teluk Singkama yang berkapasitas 10 liter per detik. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, pada Senin (2/6/2025).

Kedua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ini dibangun melalui skema kontrak tahun jamak (multi years contract/MYC) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, dengan total anggaran mencapai Rp64,8 miliar. Pembangunan dimulai sejak 2023, dengan fokus pada dua lokasi strategis. IPA Kabo berlokasi di Desa Sangatta Utara hingga kawasan Patung Burung, sementara IPA Sangkima–Teluk Singkama diarahkan untuk menjangkau kawasan pinggiran seperti Teluk Singkama.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa air bersih adalah kebutuhan paling mendasar yang harus dipenuhi pemerintah. “Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Hari ini, kami wujudkan sebagian dari janji itu,” tegasnya.

Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu dan kualitas air. Ia tidak ingin air yang disalurkan hanya sekadar “air mandi” semata, melainkan benar-benar layak konsumsi. “Peningkatan kuantitas saja tidak cukup. Mutu dan kualitas air juga harus menjadi prioritas. Air yang kita salurkan harus layak konsumsi, bukan sekadar mengalir,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ardiansyah menyebutkan bahwa pemerintah tidak akan berhenti di dua SPAM ini saja. Untuk menjangkau desa-desa terpencil yang belum terlayani, Bupati berencana mendorong optimalisasi SPAMDes (Sistem Penyediaan Air Minum Desa). Hal ini akan dilakukan dengan sinergi antara Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB), Dinas PU, pemerintah desa, dan perangkat kampung. “Membangun layanan dasar bukan semata kewajiban formal pemerintah, tetapi bentuk penghormatan terhadap martabat manusia. Tidak semua pembangunan harus monumental. Pipa air yang mengalir ke dapur ibu-ibu di Teluk Singkama itu jauh lebih berarti,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengungkapkan bahwa IPA Kabo akan menopang sekitar 4.000 sambungan rumah. Keberadaan IPA ini diharapkan dapat menstabilkan tekanan air yang selama ini belum ideal, terutama di kawasan padat penduduk Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. “Kami targetkan terjadi keseimbangan layanan air bersih antara Utara dan Selatan. Karena sebelumnya, tekanan air di beberapa wilayah masih belum ideal,” jelas Suparjan.

IPA Sangkima–Teluk Singkama sendiri memiliki misi khusus untuk melayani kawasan desa yang selama ini hanya mengandalkan air sumur dangkal dan air hujan. Dengan kapasitas 10 liter per detik, IPA ini akan menjadi sumber air bersih yang sangat berarti bagi masyarakat Teluk Singkama dan sekitarnya.

Dengan diresmikannya kedua SPAM ini, Kutai Timur memasuki babak baru dalam penyediaan layanan dasar. Air bersih kini bukan lagi sekadar wacana yang bergulir di forum musrenbang atau janji politik semata. Dari Kabo hingga Teluk Singkama, dari utara ke selatan Sangatta, dua titik air ini menjadi simbol harapan yang kini mulai diwujudkan.

Dan seperti yang sering diungkapkan oleh Bupati Ardiansyah di berbagai kesempatan, “Kita belum selesai. Tapi hari ini, kita sudah mulai.” Kutai Timur perlahan, tapi pasti, menata langkah untuk memastikan setiap warganya menikmati hak dasar atas air bersih. (Ai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *