Berita

Prevalensi Stunting di Kutim Turun 8,4 Persen, Kutim Naik ke Peringkat 7 di Kaltim

502
×

Prevalensi Stunting di Kutim Turun 8,4 Persen, Kutim Naik ke Peringkat 7 di Kaltim

Share this article
banner 468x60

SANGATTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2024, prevalensi stunting di Kutim turun dari 29% menjadi 20,6% di tahun 2025.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim, Achmad Junaidi B, yang mewakili Ketua TPPS Kabupaten, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (11/6/2025).

“Penurunan sebesar 8,4 persen ini menempatkan Kutim pada peringkat ketujuh di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, meningkat dari peringkat ke-10 sebelumnya,” ujar Junaidi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kutim.

Pria kelahiran Muara Ancalong ini mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan, pelatihan, dan pendampingan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selain itu, kolaborasi dan sinergi antar perangkat daerah (PD), organisasi mitra (ormit), serta berbagai pemangku kepentingan turut menjadi faktor penting dalam pencapaian ini.

Data dari Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Elsimil Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN RI) juga menunjukkan tren penurunan angka keluarga risiko stunting (KRS) di Kutim yang cukup signifikan. Tercatat pada semester II tahun 2023 sebanyak 19.900 KRS, yang kemudian turun menjadi 15.576 KRS di semester I tahun 2024, 12.362 KRS pada September 2024, dan 11.973 KRS di semester II tahun 2024 (data dirilis Mei 2025).

Junaidi menyampaikan bahwa informasi ini merupakan laporan awal progres kinerja penurunan stunting di Kutim. Laporan resmi dari Sekretariat TPPS akan disampaikan setelah rapat bersama Ketua TPPS.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan sinergi antar PD, ormit, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berupaya menurunkan angka stunting di Kutim.

“Kita harus terus bersinergi untuk mewujudkan Kutai Timur yang hebat dan mendukung Indonesia Emas 2045. Aamiin ya rabbal alamin,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *