
MUARA ANCALONG – Pembangunan infrastruktur di tingkat desa menjadi prioritas yang mendapat perhatian langsung dari pemimpin daerah. Pada Selasa (4/11/2025), Bupati Kutai Timur (Kutim) menghadiri acara peresmian Kantor Desa Muara Dun yang berlokasi di Kecamatan Muara Ancalong.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Muara Dun, Suriansyah, menyampaikan laporan komitmennya untuk menuntaskan sejumlah proyek strategis sebelum masa jabatannya berakhir. Di hadapan Bupati Kutim dan warga setempat, Suriansyah memaparkan tekadnya untuk merealisasikan visi dan misi pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas publik.
Suriansyah merinci beberapa agenda pembangunan fisik yang menjadi fokus utama dan harus segera diselesaikan, yaitu:
- Pembangunan Kantor BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang lebih representatif.
- Penyelesaian Balai Lamin Adat sebagai pusat pelestarian kebudayaan dan tradisi lokal.
- Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) permanen yang dilengkapi fasilitas lapangan voli untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Secara khusus, Kades Suriansyah menyampaikan harapan mendesak terkait dua isu krusial di desanya:
- Pembangunan Masjid: Masjid Muara Dun yang sudah hampir sepuluh tahun dibangun belum juga selesai. Suriansyah menyampaikan permohonan bantuan finansial dan dukungan teknis dari Pemkab Kutim agar pembangunan rumah ibadah ini dapat dituntaskan secepatnya. “Ini adalah kebutuhan spiritual yang sangat vital bagi masyarakat kami,” ungkapnya.
- Akses Air Bersih PDAM: Meskipun desa telah menikmati layanan listrik 24 jam yang berdampak besar pada ekonomi, Suriansyah menyoroti masalah mendasar yang belum teratasi: ketersediaan air bersih dari PDAM yang belum menjangkau seluruh rumah tangga.
“Kami sangat mengharapkan dukungan serius dari pemerintah kabupaten untuk mengatasi isu air bersih ini. Jika masalah vital ini dapat diselesaikan, Desa Muara Dun akan memiliki fasilitas setara dengan standar kota modern,” tegas Suriansyah, menekankan pentingnya peran Pemkab.
Menutup sambutannya, Kades Muara Dun juga menjelaskan bahwa desain panggung peresmian yang didominasi warna hitam, putih, dan oranye memiliki makna filosofis yang melambangkan keteguhan, persatuan, dan optimisme masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan desa.(Adv/Hms)

