Berita

DPRD Dorong Sangatta Selatan Jadi Sentra Madu Kelulut Unggulan Kutim: Syaiful Bakhri Tekankan Manfaat Ekonomi dan Kesehatan

376
×

DPRD Dorong Sangatta Selatan Jadi Sentra Madu Kelulut Unggulan Kutim: Syaiful Bakhri Tekankan Manfaat Ekonomi dan Kesehatan

Share this article

SANGATTA – Potensi sumber daya alam lokal di Kutai Timur (Kutim) terus mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Anggota DPRD Kutim, Syaiful Bakhri, menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya pengembangan peternakan madu kelulut (stingless bee) di wilayah Sangatta Selatan, yang dikenal sebagai salah satu lumbung penghasil komoditas ini.

Pernyataan ini disampaikan Syaiful Bakhri setelah melakukan kunjungan langsung ke beberapa lokasi peternakan madu kelulut di kawasan tersebut. Ia menilai bahwa budidaya lebah tanpa sengat ini memiliki prospek cerah sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Kutim.

Syaiful Bakhri menggarisbawahi bahwa pengembangan sektor madu kelulut menawarkan manfaat yang sifatnya ganda bagi masyarakat lokal. Selain menjadi sumber pendapatan ekonomi keluarga yang menjanjikan, produk madu kelulut sendiri memiliki nilai jual tinggi berkat khasiat kesehatannya yang luar biasa.

“Sangatta Selatan memiliki lingkungan yang sangat kondusif untuk budidaya madu kelulut. Potensi ini harus terus kita dorong karena memberikan solusi ekonomi sekaligus menyediakan produk kesehatan alami yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Syaiful.

Madu kelulut, yang kini populer karena rasanya yang unik dan sedikit asam, secara ilmiah juga dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi dibandingkan madu biasa, menjadikannya komoditas bernilai premium di pasar.

Politisi ini menambahkan bahwa budidaya madu kelulut di Kutim, khususnya di desa-desa Sangatta Selatan, harus ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat pedesaan. Namun, untuk mencapai skala yang lebih besar, diperlukan dukungan dan perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Syaiful Bakhri berharap Pemda Kutim dapat segera mengimplementasikan program-program intervensi yang konkret, meliputi:

  • Pelatihan Teknis: Memberikan edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan kepada para peternak mengenai teknik budidaya modern dan pengelolaan panen yang higienis.
  • Bantuan Peralatan: Mendistribusikan bantuan berupa stup (sarang kotak) yang standar, peralatan panen, dan fasilitas pengemasan yang memadai.
  • Promosi dan Pemasaran: Memperkuat promosi produk madu kelulut lokal Kutim ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional, melalui branding dan dukungan pameran.

Dengan adanya dukungan terpadu ini, diharapkan peternak madu kelulut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, sehingga kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Sangatta Selatan semakin signifikan.(Adv/DPRD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *