Berita

Bukan Sekadar Panggung Seni, Festival Pemuda Kreatif 2025 Disebut Wabup Mahyunadi Sukses “Ledakkan” Omzet 58 UMKM Lokal

420
×

Bukan Sekadar Panggung Seni, Festival Pemuda Kreatif 2025 Disebut Wabup Mahyunadi Sukses “Ledakkan” Omzet 58 UMKM Lokal

Share this article

SANGATTA – Festival Pemuda Kreatif 2025 yang ditutup oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi pada Sabtu (9/11/2025) malam, resmi dicatat bukan hanya sebagai perayaan seni, tetapi sebagai katalis nyata penggerak ekonomi mikro di Kutim. Berlangsung selama tiga hari, acara di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi ini sukses menarik ratusan pengunjung, menghasilkan lonjakan penjualan signifikan bagi para pelaku usaha kecil.

Tercatat ada 58 stan UMKM yang berpartisipasi, menjajakan produk mulai dari kuliner kekinian, fashion, hingga kerajinan tangan lokal. Respons dari masyarakat yang membludak, terutama di dua hari terakhir festival, menjadi indikator utama keberhasilan sisi ekonomi kreatif ini.

Pemilik stan kuliner “Kedai Acil Mehong”, Acil Mehong, mengaku sangat terbantu. “Alhamdulillah, senang sekali bisa ikut festival ini. Hari pertama memang masih sepi, tapi dua hari terakhir pengunjung membludak. Penjualan jadi meningkat drastis,” ujarnya sumringah.

Lonjakan omzet serupa juga dirasakan oleh stan minuman Teh Tarik Jodi. “Pengunjung yang datang banyak sekali, apalagi malam minggu. Penjualan kami naik dari biasanya. Semoga event seperti ini bisa sering diadakan,” harapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa inilah visi utama pemerintah dalam mendukung festival. Ia memastikan komitmen Pemkab Kutim untuk terus menjadikan sektor ini sebagai prioritas.

“Kegiatan seperti ini harus terus kita dukung karena bukan hanya menjadi wadah kreativitas pemuda, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen untuk terus hadir dalam mendukung sektor ekonomi kreatif menuju Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi menambahkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat membuktikan kolaborasi antara pemuda kreatif dan pemerintah memiliki daya ungkit yang kuat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pijakan bagi Pemkab Kutim untuk menjadikan Festival Pemuda Kreatif sebagai agenda rutin tahunan demi kemajuan ekonomi lokal. (Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *