Berita

Disdikbud Kutim Gulirkan Master Plan, Targetkan MBS Muhammadiyah Jadi “Sekolah Asrama Terbaik dan Model Pendidikan Modern”

362
×

Disdikbud Kutim Gulirkan Master Plan, Targetkan MBS Muhammadiyah Jadi “Sekolah Asrama Terbaik dan Model Pendidikan Modern”

Share this article

SANGATTA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono, menegaskan bahwa sekolah berbasis agama Islam, khususnya di bawah naungan organisasi besar seperti Muhammadiyah dan NU, akan didorong menjadi model kemajuan pendidikan di Kutim. Komitmen ini bukan hanya wacana, melainkan telah diwujudkan dalam strategi pembangunan berkelanjutan yang didasarkan pada Master Plan yang komprehensif.

Hal ini disampaikan Mulyono saat membuka Talk Show Serba-Serbi Mondok Santri dan Jejak Peradaban Islam di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Minggu, (9/11/2025).

“Kita punya konsep bagaimana sekolah-sekolah yang mempunyai basis agama Islam, harus bisa dijadikan sebagai contoh atau model pendidikan modern,” tegas Mulyono.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Disdikbud Kutim telah meminta pengurus Muhammadiyah untuk menyusun Master Plan pembangunan Sekolah Berasrama Muhammadiyah (MBS) Putra dan Putri. Rencana induk ini dijadikan acuan resmi untuk menyempurnakan fasilitas sekolah, memastikan semuanya representatif dan modern bagi para santri.

Mulyono mencontohkan, realisasi pembangunan MBS telah menunjukkan kemajuan pesat. Setelah peletakan batu pertama tahun lalu, Anggaran Tahap I sebesar Rp 1,8 miliar telah dialokasikan dan kini dilanjutkan dengan Tahap II.

“Alhamdulillah tahun ini juga berjalan ya, untuk tahap 2 nya. Insyaallah nanti untuk bangunan MBS-nya insyaallah jadi ya. Kami berkomitmen untuk meneruskan dan melanjutkan pembangunan MBS Putra dan Putri,” ungkapnya optimis.

Mulyono menargetkan, jika diberi amanah memimpin Disdikbud dua tahun lagi, konsep pembangunan berdasarkan Master Plan ini dapat diselesaikan secara keseluruhan, menjadikan MBS Putra dan Putri sebagai sekolah berasrama terbaik di Kutim.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada pengurus Muhammadiyah untuk aktif menjalin koordinasi: “Jangan pernah bosan-bosan, jangan pernah sungkan-sungkan untuk terus komunikasi, koordinasi dengan Dinas Pendidikan sehingga konsep pembangunan yang sudah kita rancang master plan kemarin bisa kita selesaikan.” (Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *