Berita

Disdikbud Dorong Pemerintah Desa Prakarsai PAUD, Targetkan Satu Lembaga di Setiap Desa

369
×

Disdikbud Dorong Pemerintah Desa Prakarsai PAUD, Targetkan Satu Lembaga di Setiap Desa

Share this article

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), terus berupaya keras untuk mewujudkan pemerataan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke seluruh pelosok desa. Langkah ini diambil untuk menekan ketimpangan dan memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan dini yang layak.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengakui bahwa saat ini masih ada beberapa desa yang belum memiliki lembaga PAUD. Ia menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi faktor sosiogeografis di mana jarak antar desa yang berdekatan membuat anak-anak kerap bersekolah di PAUD desa tetangga.

“Kondisi ini menimbulkan kesan seolah kebutuhan PAUD baru belum mendesak, padahal secara administratif desa itu belum memiliki satuan PAUD sendiri,” jelas Heri.

Padahal, dari sisi pemerataan layanan, Heri Purwanto menekankan bahwa kehadiran minimal satu lembaga PAUD di setiap desa sangat diperlukan. Tujuannya adalah agar semua anak usia 2 hingga 6 tahun dapat mengakses pendidikan dari lingkungan terdekat mereka.

Untuk mengatasi ini, Disdikbud Kutim secara aktif mendorong pemerintah desa untuk memprakarsai pendirian satuan PAUD, baik berupa Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), maupun Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang disesuaikan dengan kondisi lokal.

“Pemerintah desa memiliki ruang, misalnya melalui alokasi dana desa, untuk memulai inisiasi ini. Nantinya, Disdikbud akan memfasilitasi proses pembinaan, perizinan, hingga dukungan kebutuhan dasar bagi lembaga tersebut,” terang Heri.

Heri Purwanto menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi kunci utama untuk mewujudkan komitmen daerah dalam mencetak generasi emas.

“Pemerataan PAUD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan tenaga pendidik dan dukungan berkelanjutan dari masyarakat setempat. Dukungan ini sangat penting agar kegiatan belajar berjalan efektif,” pungkasnya.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *