Berita

Swarga Bara Gencarkan Edukasi Pertanian Modern untuk Atasi Ketergantungan Pengepul

341
×

Swarga Bara Gencarkan Edukasi Pertanian Modern untuk Atasi Ketergantungan Pengepul

Share this article

KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Swarga Bara, melalui inisiatif kolaboratif dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor pertanian lokal. Program edukasi dan pendampingan intensif ini dirancang sebagai upaya fundamental untuk mendongkrak kapasitas produksi, memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, dan mereformasi sistem pemasaran hasil pertanian masyarakat.

Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman (Wahyu), mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah pola bercocok tanam yang masih didominasi metode konvensional.

“Sebagian besar petani kami masih mengandalkan sistem tradisional. Padahal, jika kita menargetkan hasil panen yang optimal dan memiliki daya saing tinggi di pasar, sudah saatnya kita bertransformasi menuju pola pertanian yang lebih modern dan terukur,” ujar Wahyu, menekankan pentingnya adopsi teknologi.

Menurut Wahyu, selain fokus pada peningkatan teknik budidaya melalui pendampingan PPL, pihaknya juga memberikan edukasi mendalam terkait rantai distribusi dan manajemen sistem pemasaran. Hal ini penting agar hasil pertanian warga tidak terus-menerus terjerat dan bergantung pada peran pengepul.

Namun, Wahyu menyebut bahwa upaya ini menghadapi kendala krusial, yaitu skala produksi petani yang masih tergolong kecil.

“Sebagai contoh, jika ada permintaan pasokan sebanyak 100 kilogram per hari, sementara rata-rata produksi petani kita secara individu belum mencapai volume tersebut, otomatis sangat sulit untuk memenuhi kontrak pasokan secara konsisten. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa peran pengepul masih sangat dominan dalam alur rantai distribusi hasil pertanian,” jelasnya secara transparan.

Menyikapi masalah ini, Pemerintah Desa Swarga Bara berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan produktivitas lahan dan memfasilitasi kolaborasi yang lebih erat antar kelompok tani. Tujuannya adalah menciptakan sistem pemasaran hasil pertanian yang lebih terorganisir, efisien, dan memiliki kekuatan tawar yang lebih baik.

Wahyu berharap penuh, melalui pendampingan PPL, pelatihan, dan bantuan sarana prasarana yang berkelanjutan, petani Swarga Bara dapat tumbuh menjadi lebih mandiri dan berdaya saing, baik dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah. (Adv/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *