Berita

Kawasan Maloy–Kaliorang Siap Digeber: Distransnaker Kutim Jadikan Studi UI-Unpad sebagai Panduan Pembangunan

346
×

Kawasan Maloy–Kaliorang Siap Digeber: Distransnaker Kutim Jadikan Studi UI-Unpad sebagai Panduan Pembangunan

Share this article

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) menunjukkan keseriusan dalam percepatan pengembangan wilayah. Hal ini ditandai dengan diterimanya hasil studi komprehensif dari Tim Ekspedisi Patriot 2025, sebuah inisiatif lapangan oleh Kementerian Transmigrasi yang melibatkan akademisi ternama dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Laporan ini berfokus pada cetak biru ( blueprint ) untuk mentransformasi kawasan Maloy–Kaliorang menjadi motor penggerak perekonomian regional yang baru.

Laporan resmi diserahkan dalam sebuah pertemuan audiensi di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG), pada Senin, (1/12/2025).

Ekspedisi Patriot telah melaksanakan riset mendalam selama triwulan di empat wilayah utama: Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, dan Karangan. Analisis mereka mencakup berbagai aspek, mulai dari struktur sosial, kondisi ekonomi, ketersediaan layanan publik dasar, hingga kondisi infrastruktur penunjang permukiman transmigrasi.

Dalam paparannya, Erita Narhetali, perwakilan dari UI, memaparkan beberapa tantangan serius yang masih dihadapi di level desa. Isu utama mencakup disparitas layanan vital seperti kesehatan, pendidikan, dan akses air bersih. Selain itu, masalah regulasi terkait tumpang tindih lahan dan ketergantungan ekonomi warga transmigrasi terhadap korporasi juga menjadi temuan krusial.

“Lokasi transmigrasi harus diangkat dari sekadar tempat relokasi menjadi simpul yang mampu menciptakan nilai ekonomi tinggi,” ungkap Erita.

UI merekomendasikan langkah-langkah quick-win seperti peningkatan efisiensi rantai pasok pangan, penataan ulang tata kelola keuangan masyarakat, dan penguatan prasarana produktif. Melengkapi temuan itu, Titis Kurniawan dari Unpad menyoroti potensi agrikultur yang melimpah, khususnya pada komoditas kelapa sawit dan varietas pisang kepok grecek. Namun, potensi ini terhambat oleh minimnya aktivitas hilirisasi dan keterbatasan kapabilitas SDM. Unpad menggarisbawahi perlunya pendampingan petani secara intensif, penyediaan fasilitas pengolahan pascapanen, serta penguatan institusi berbasis koperasi.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *