
KUTAI TIMUR – Pergantian tahun dinilai sebagai momen strategis untuk melakukan pembenahan berkelanjutan. Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Timur, Akhmad Wasrip, menekankan pentingnya membangun budaya introspeksi dan evaluasi kinerja di semua lini, mulai dari individu hingga penyelenggara pemerintahan, dalam menyongsong Tahun 2026.
Wasrip menyampaikan bahwa evaluasi tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial akhir tahun, melainkan sebagai proses berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut penting diterapkan secara internal di tubuh partai, termasuk pada para wakil rakyat yang saat ini mengemban amanah di lembaga legislatif.
Ia menilai, optimalisasi peran anggota dewan—baik di fraksi, komisi, maupun jajaran pimpinan—perlu terus ditingkatkan agar setiap kebijakan dan pengawasan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat Kutai Timur.
Selain itu, Wasrip juga menyoroti kinerja pemerintah daerah yang dinilainya telah berjalan cukup baik. Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjebak semua pihak pada sikap puas diri. Tantangan pembangunan ke depan, menurutnya, menuntut inovasi, terobosan, serta kerja kolektif yang lebih kuat.
“Perbaikan harus terus dilakukan agar pembangunan berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mengawal pelaksanaan 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur hingga 2029, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran dan berbagai tantangan nasional.
Menutup pernyataannya, Wasrip mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ruang refleksi sekaligus memperkuat doa dan harapan agar Kutai Timur senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, serta mampu tumbuh menjadi daerah yang aman, sejahtera, dan berkelanjutan di masa mendatang.(*)

