
SANGATTA – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kutai Timur menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen penguatan sumber daya manusia berintegritas dan berprestasi. Hal itu tercermin dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Halaman Kantor PLHUT Kemenag Kutim, Sabtu (3/1/2026), yang dihadiri langsung Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.
Tak sekadar seremoni tahunan, peringatan HAB kali ini dimanfaatkan sebagai ajang penghargaan atas pengabdian panjang serta capaian membanggakan aparatur dan insan pendidikan di lingkungan Kemenag Kutim. Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi penuh terhadap dedikasi ASN yang konsisten melayani masyarakat di sektor keagamaan dan pendidikan.
Salah satu agenda utama adalah penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada 36 Aparatur Sipil Negara Kemenag Kutim yang telah mengabdi selama 20 dan 30 tahun. Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan negara atas loyalitas, ketekunan, dan integritas dalam menjalankan tugas.
Secara simbolis, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyematkan Satya Lencana masa bakti 30 tahun kepada Sirajuddin, Kepala MIN 1 Kutim. Sementara penghargaan masa bakti 20 tahun diberikan kepada Kepala Kemenag Kutim, Akhmad Berkati.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak terlepas dari dedikasi aparatur yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.
“ASN yang berintegritas dan berpengalaman adalah fondasi utama dalam menjaga mutu pelayanan publik, khususnya di bidang keagamaan dan pendidikan yang bersentuhan langsung dengan pembentukan karakter masyarakat,” ujarnya.
Selain penghargaan pengabdian, Kemenag Kutim juga memberikan apresiasi kepada pegawai dan lembaga berprestasi. Di antaranya Nasrullah yang berhasil meraih predikat Pemenang Nasional Guru Cakap Digital Alef mata pelajaran Bahasa Arab jenjang SD/MI Tahun Ajaran 2025–2026.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan Evita Luthfiati Dahniar dari Pondok Pesantren Syaichona Cholil, yang sukses menembus 10 besar tingkat Provinsi pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Internasional ke-1 Tahun 2025.
“Alhamdulillah, ini menjadi pengalaman berharga. Semoga ke depan bisa terus meningkatkan prestasi,” ungkap Evita.
Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI di Kutai Timur pun menjadi lebih dari sekadar refleksi perjalanan institusi. Momentum ini menegaskan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam mendorong lahirnya SDM unggul, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai integritas dan pengabdian.(*)

