Berita

Bidik Prestasi Maksimal di Porprov 2026, KONI Kutim Siapkan Kontingen Terbesar dan Program Pembinaan Terpadu

433
×

Bidik Prestasi Maksimal di Porprov 2026, KONI Kutim Siapkan Kontingen Terbesar dan Program Pembinaan Terpadu

Share this article

KUTAI TIMUR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur mulai mematangkan langkah strategis menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang. Fokus utama tidak hanya pada keikutsertaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas prestasi atlet secara menyeluruh.

Untuk mendukung target tersebut, KONI Kutai Timur mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp50 miliar yang akan dialokasikan bagi pembinaan atlet, pelaksanaan pemusatan latihan, serta kesiapan teknis kontingen selama ajang berlangsung.

Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa seluruh cabang olahraga yang diikuti Kutai Timur telah berhasil melewati tahapan prakualifikasi. Dengan hasil tersebut, seluruh atlet dinyatakan berhak tampil di Porprov 2026.

“Dari sisi kelolosan, kita sudah menuntaskan semua tahapan. Seluruh cabang olahraga yang diikuti Kutai Timur lolos, sehingga kini fokus kita adalah peningkatan performa atlet,” ujar Rudi, Senin (5/1/2026).

Porprov Kaltim 2026 akan mempertandingkan 64 cabang olahraga, bertambah satu cabang dibandingkan edisi sebelumnya dengan masuknya barongsai sebagai cabang olahraga baru. Menyikapi hal itu, KONI Kutai Timur memastikan akan berpartisipasi penuh di seluruh nomor pertandingan yang diperlombakan.

Rudi menyebutkan, jumlah atlet yang akan diberangkatkan diperkirakan mencapai 700 hingga 800 orang. Mereka merupakan atlet yang telah melalui proses seleksi dan prakualifikasi sesuai ketentuan. Selain atlet, KONI juga akan menyiapkan pelatih, ofisial, serta tim pendukung guna menjamin kesiapan kontingen secara optimal.

Terkait kondisi fisik, Rudi mengakui belum seluruh atlet menjalani tes kebugaran secara menyeluruh. Namun, hal tersebut akan menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang terus dimatangkan hingga mendekati pelaksanaan Porprov.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil prakualifikasi tidak hanya dijadikan tolok ukur kelolosan, tetapi juga bahan evaluasi untuk meningkatkan capaian prestasi di setiap cabang olahraga.

“Atlet yang sebelumnya hanya lolos tanpa medali akan kita dorong agar bisa naik prestasi. Peraih perak dan perunggu kita targetkan naik kelas, sementara atlet emas diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya,” jelasnya.

Menurut Rudi, pengajuan anggaran tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan olahraga daerah, bukan sekadar pembiayaan keikutsertaan event.

“Kami ingin Porprov 2026 menjadi momentum kebangkitan prestasi olahraga Kutai Timur dan melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing di level lebih tinggi,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *