
SANGATTA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyaluran perlengkapan standar kompetisi kepada atlet, pelatih, dan ofisial sebagai bagian dari penguatan persiapan teknis dan nonteknis.
Perlengkapan yang dibagikan meliputi climbing shoes dan harness, yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pembinaan. Penyerahan fasilitas tersebut berlangsung di Sangatta, Senin (5/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Ketua FPTI Kutim beserta jajaran pengurus.
Ketua FPTI Kutim, Reza, menegaskan bahwa dukungan sarana merupakan faktor penting dalam menjaga konsistensi prestasi panjat tebing Kutai Timur di tingkat provinsi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet.
“Dukungan dari Pemkab Kutai Timur melalui KONI, Dispora, dan Bagian Umum Setkab Kutim sangat berarti bagi kami. Fasilitas yang diberikan bukan sekadar perlengkapan, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap potensi atlet panjat tebing Kutim,” ujar Reza.
Ia menambahkan, FPTI Kutim menargetkan peningkatan prestasi pada Porprov Kaltim VIII Paser 2026, setelah sebelumnya sukses meraih delapan medali emas dan keluar sebagai juara umum pada Porprov Kaltim VII di Berau.
Penyaluran perlengkapan dilakukan secara terstruktur, mengikuti tahapan pembinaan atlet. Untuk tim Training Center (TC) Mandiri Porprov, sebanyak 16 atlet inti dan dua pelatih masing-masing menerima sepatu panjat dan harness. Sementara dua ofisial tim juga dibekali harness untuk mendukung tugas pendampingan.
Selain itu, FPTI Kutim juga memperhatikan pengembangan atlet lapis kedua. Lima atlet pengembangan menerima sepatu panjat, sedangkan tiga pelatih pemula mendapatkan harness guna menunjang proses latihan berkelanjutan. Pada level regenerasi, sebanyak 19 atlet pemula dibekali sepatu panjat produksi dalam negeri sebagai bagian dari pembinaan awal dan penjaringan bakat.
Kepala Pelatih Tim Panjat Tebing Kutim, Fitriyadi, menegaskan bahwa target juara umum tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kejuaraan yang diikuti.
“Target kami konsisten, yakni juara umum, sebagaimana yang telah kami capai pada Porprov sebelumnya dan sejumlah kejuaraan sepanjang 2025,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam komposisi atlet tahun ini, khususnya pada salah satu kelas kelompok umur yang belum terisi. Namun, strategi tim akan difokuskan pada nomor-nomor unggulan yang dinilai masih sangat kompetitif.
Sementara itu, Penasihat FPTI Kutim, H. M. Rasyid, mengingatkan para atlet agar mampu menjaga kesehatan dan mengatur waktu dengan baik selama masa persiapan.
“Latihan menuju Porprov tentu akan menguras fisik dan mental. Atlet harus pintar mengatur waktu karena selain latihan, mereka juga memiliki kewajiban akademik,” pesannya.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, pembinaan berjenjang, serta sinergi yang solid bersama pemerintah daerah, FPTI Kutai Timur optimistis dapat kembali tampil kompetitif dan mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing di Kalimantan Timur pada Porprov Kaltim-Paser 2026.(*)

