
SANGATTA – Persiapan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2026–2030 semakin menunjukkan kematangan. Dalam rapat persiapan yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di Cafe Naik Kelas, kawasan Pendidikan, Rizal secara resmi diberikan mandat dan wewenang penuh sebagai ketua terpilih untuk menyusun struktur kepanitiaan Muskab.
Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam memastikan agenda organisasi empat tahunan itu berjalan sesuai rencana. Hadir dalam pertemuan itu Ketua FOBI Kutim saat ini, Charolina Laoh, didampingi Bendahara Bayu Rahmanto, Sekretaris Rahman, serta pengurus Supiansyah. Suasana rapat berlangsung dinamis namun penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan olahraga barongsai di Kutim.
Berdasarkan hasil kesepakatan, pelaksanaan Muskab dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026 di Hotel Royal Victoria, Jalan AW Syahrani, Teluk Lingga. Penetapan waktu dan lokasi tersebut diharapkan memberi ruang yang cukup bagi panitia dalam mematangkan seluruh aspek teknis maupun administratif.
Charolina Laoh menyampaikan kepercayaan penuh kepada Rizal untuk segera membentuk tim kepanitiaan yang solid dan profesional. Menurutnya, kepanitiaan yang kuat akan menjadi fondasi utama terselenggaranya Muskab yang demokratis, tertib, dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa FOBI Kutim semakin berprestasi.
“Rizal diberikan mandat untuk segera menyusun struktur kepanitiaan. Kami berharap tim yang terbentuk nanti dapat bekerja maksimal sehingga Muskab berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang solid untuk membawa FOBI Kutim lebih berprestasi,” ujar Charolina.
Mandat tersebut sekaligus menjadi bentuk regenerasi kepemimpinan dalam tubuh organisasi. Rizal dinilai memiliki komitmen serta visi untuk memperkuat pembinaan atlet barongsai, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperluas jaringan kemitraan dalam mendukung pengembangan olahraga tradisional bernuansa budaya Tionghoa ini di Kutai Timur.
Dalam waktu dekat, Rizal akan melengkapi komposisi kepanitiaan yang mencakup bidang acara, perlengkapan, konsumsi, publikasi, hingga verifikasi peserta Muskab. Seluruh unsur tersebut dinilai penting guna memastikan proses penjaringan calon pengurus berjalan transparan dan akuntabel.
Selain itu, Muskab juga diharapkan menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap capaian organisasi selama periode sebelumnya. Melalui forum ini, arah kebijakan dan program kerja FOBI Kutim untuk empat tahun ke depan akan dirumuskan secara bersama-sama, termasuk strategi peningkatan prestasi atlet di level provinsi maupun nasional.
Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, soliditas dan koordinasi antarpengurus menjadi kunci utama. Semangat kolektif yang ditunjukkan dalam rapat persiapan menjadi sinyal positif bahwa Muskab FOBI Kutim 2026–2030 tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum memperkuat fondasi dan arah baru pembinaan barongsai di daerah.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Muskab akhir Februari mendatang diharapkan melahirkan kepengurusan yang visioner, adaptif, dan mampu membawa nama Kutai Timur bersinar melalui prestasi barongsai di berbagai ajang kompetisi.(*)


