
SANGATTA – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sukses menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) pada Sabtu (28/2/2026). Agenda ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat tata kelola organisasi demi menjaga tren positif prestasi atlet Barongsai di wilayah tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan. Dalam sambutannya, Basuki mengapresiasi dedikasi Ketua FOBI Kutim, Charolina Laoh, yang dinilai proaktif dalam memajukan olahraga sekaligus aktif dalam kegiatan sosial.

”FOBI adalah olahraga unik yang memadukan seni, budaya, dan prestasi. Potensinya di Kutai Timur sangat besar. Terbukti pada Porprov 2018 kita menjadi juara umum dengan menyapu bersih tiga emas. Baru-baru ini di Babak Kualifikasi (BK) Porprov, kita meraih delapan dari sembilan emas yang diperebutkan. Ini prestasi membanggakan yang wajib dipertahankan,” tegas Basuki. Ia juga memastikan komitmen pemerintah melalui Dispora untuk terus mendukung FOBI sesuai ketersediaan anggaran.
Dukungan senada disampaikan Wakil Ketua 1 KONI Kutai Timur, Jepi Darsono. Ia mengapresiasi kemajuan FOBI Kutim yang kini telah membawahi tiga klub resmi, sehingga secara regulasi telah memenuhi syarat minimal pelaksanaan Muskab.

”Secara aturan, Muskab ini sah karena dihadiri Pengurus Provinsi dan keterwakilan tiga klub. Kami berharap tim formatur segera menyusun struktur kepengurusan agar SK baru dapat segera diterbitkan oleh FOBI Kaltim. Jika Ibu Charolina bersedia, kami rasa beliau sangat layak melanjutkan kepemimpinan,” ujar Jepi.
Turut hadir memberikan arahan, Sekretaris Umum FOBI Kalimantan Timur, Hermin Asan. Mewakili Ketua Umum FOBI Kaltim, ia berharap kepemimpinan terpilih nantinya dapat selaras dengan visi besar FOBI di tingkat provinsi, terutama menjelang persiapan Porprov di Samarinda.

Ketua FOBI Kutai Timur, Charolina Laoh, dalam laporannya merefleksikan perjalanan organisasi selama dua periode terakhir. Ia mengenang bagaimana Barongsai mulai berkiprah sejak eksibisi PON Jawa Barat 2016 hingga akhirnya mendominasi saat Kutai Timur menjadi tuan rumah Porprov.

”Prestasi ini adalah buah kerja keras atlet serta dukungan Dispora dan KONI. Jika kembali dipercaya, saya berharap sinergi ini terus diperkuat agar FOBI tetap menjadi lumbung emas bagi Kutai Timur di ajang-ajang mendatang,” tutur Charolina.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Rizal Sadili, melaporkan bahwa persiapan Muskab telah berjalan sejak 11 Februari 2026. Ia mengungkapkan bahwa tiga klub pemilik hak suara—yakni Klub Guangjun, Klub KWTDS (Kerukunan Keluarga Keturunan Warga Tionghoa Sangatta), dan Klub Wangsa Dragon—telah sepakat merekomendasikan satu nama bakal calon tunggal untuk memimpin FOBI Kutim ke depan.

Pembukaan Muskab berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama santri dari Pondok Pesantren Darul Ikhlas, menciptakan suasana hangat di tengah semangat pembenahan organisasi. (Am)

