Berita

Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, GBN-MI Kutim Tekankan Bela Negara Lewat Aksi Sosial

438
×

Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, GBN-MI Kutim Tekankan Bela Negara Lewat Aksi Sosial

Share this article

​SANGATTA – Reaktualisasi semangat bela negara kini tidak lagi identik dengan angkat senjata, melainkan manifestasi dari penguatan spiritualitas dan kepedulian sosial. Hal ini mengemuka dalam agenda buka puasa bersama Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Kutai Timur yang digelar di Masjid Miftahul Jannah, Teluk Lingga, Sabtu (7/3/2026).

​Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa momentum Ramadan, terutama memasuki fase sepuluh malam terakhir, harus menjadi pijakan untuk memperkokoh persatuan bangsa.

​”Ramadan adalah syahrul Qur’an sekaligus ruang refleksi. Saya mengapresiasi langkah GBN-MI yang memanfaatkan momentum mulia ini untuk menghimpun kebersamaan. Menanti malam Lailatul Qadar dengan mempererat silaturahmi adalah bentuk ikhtiar yang luar biasa,” ungkap Ardiansyah di hadapan jemaah.

​Bupati menjelaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban yang bersifat inklusif. GBN-MI diharapkan menjadi wadah pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani hingga profesional, tanpa memandang latar belakang.

​Menurutnya, pengabdian kepada negara di era modern lebih ditekankan pada kontribusi nyata dan semangat kolektif untuk membantu sesama, bukan sekadar kesiapan fisik untuk berperang.

​”Siapa pun bisa berkontribusi. Kita tidak sedang bersiap untuk perang fisik, melainkan membantu negara melalui kapasitas dan kebersamaan yang kita miliki,” tegasnya.

​Lebih jauh, Ardiansyah mengajak anggota GBN-MI untuk jeli melihat realitas sosial di lingkungan sekitar. Ia berharap organisasi ini mampu menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan di masyarakat.

​Kemanunggalan antara rakyat dan negara, lanjut Bupati, tecermin dari kerelaan warga untuk saling menambal kekurangan yang ada. Ia mendorong agar setiap kendala sosial segera dikomunikasikan kepada pemerintah daerah untuk dicari solusinya secara kolaboratif.

​”Jika ada celah atau kekurangan di tengah masyarakat, tugas kita adalah saling menutupi. Laporkan kepada pemerintah, lalu kita selesaikan bersama. Itulah hakikat sejati dari membela negara,” tambah Ardiansyah.

​Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan santap buka puasa bersama, memperlihatkan sinergi yang hangat antara jajaran Forkopimda, pengurus organisasi, dan warga setempat. Langkah ini diharapkan mampu memicu organisasi kemasyarakatan lain di Kutim untuk terus menyelaraskan nilai religius dengan pengabdian pada NKRI.(Ns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *