
SAMARINDA – Peta persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur kini semakin mengerucut. Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), sejumlah figur kuat dari kalangan politisi hingga pengusaha mulai unjuk gigi untuk memimpin otoritas tertinggi olahraga di Benua Etam tersebut.
Dinamika internal sempat mengalami kejutan setelah Sapto Setyo Pramono secara tegas menyatakan tidak bersedia maju dalam kontestasi kali ini. Padahal, secara administratif, dukungan terhadap Sapto dinilai telah lebih dari cukup untuk memenuhi syarat pencalonan.
Di sisi lain, publik masih menanti kepastian dari Syahariah Mas’ud. Saudara dari Gubernur Kaltim ini hingga kini masih enggan memberikan komentar resmi terkait kepastian dirinya masuk ke dalam gelanggang persaingan.
Dua nama lain telah lebih dulu memanaskan mesin organisasi:
Alwi Al Qadri: Ketua DPRD Balikpapan ini mengandalkan rekam jejak organisasi yang solid sebagai modal utama.
H. Anderiy Syachrum: Pengusaha asal Samarinda yang juga General Manager Borneo FC ini mengklaim telah mengantongi dukungan dari 9 suara, memposisikannya sebagai figur kuat dari kalangan profesional.
Menambah sengitnya persaingan, H. Sabaruddin Panrecalle dipastikan ikut bertarung dalam bursa calon Ketua Umum. Langkah Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kaltim ini diambil setelah mendapatkan dorongan solid dari sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor).
Kehadiran Sabaruddin dinilai membawa warna baru karena pengalamannya yang bersentuhan langsung dengan pembinaan atlet di tingkat dasar. Selain aktif di dunia olahraga, ia memiliki basis politik dan birokrasi yang sangat strategis:
Jabatan Legislatif: Anggota DPRD Provinsi Kaltim (Ketua Komisi II) dan mantan Wakil Ketua DPRD Balikpapan.
Struktur Partai: Bendahara DPD Partai Gerindra Kaltim.
Kombinasi antara pengalaman birokrasi, jaringan politik yang luas, dan posisinya sebagai praktisi di PSTI membuat Sabaruddin diprediksi menjadi “kuda hitam” yang sangat diperhitungkan. Persaingan ini dipastikan akan menjadi ujian bagi para pemegang suara dalam menentukan arah masa depan prestasi olahraga di Kalimantan Timur.(*)

