Berita

Kejutan dari Sangatta! Rizky Sholeh Akbar Sumbang Perak Kejurnas, Kutai Timur Mulai “Melawan” di Level Nasional

410
×

Kejutan dari Sangatta! Rizky Sholeh Akbar Sumbang Perak Kejurnas, Kutai Timur Mulai “Melawan” di Level Nasional

Share this article

​JAKARTA – Peta kekuatan panjat tebing kelompok umur di tingkat nasional mulai menunjukkan pergeseran. Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, membuktikan diri bukan lagi sekadar pelengkap kompetisi, melainkan penantang gelar tangguh yang wajib diperhitungkan di kancah nasional. Sinyal kebangkitan prestasi ini ditiupkan dengan lantang oleh atlet muda berbakat, Rizky Sholeh Akbar.

​Bertanding dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI 2026 di DKI Jakarta (17–22 Juni 2026), Akbar sukses menyabet Medali Perak pada babak Final kategori Boulder U17 Putra pada Jumat (19/6/2026).

​Berdasarkan data resmi babak kualifikasi, persaingan di kategori Boulder U17 Putra berlangsung sangat ketat. Akbar yang mengenakan nomor BIB 15 awalnya harus puas berada di peringkat ke-8 pada babak kualifikasi dengan total skor 49.4.

​Namun, mental juara berbicara di babak final. Mengandalkan kegigihan dan teknik yang matang, siswa SMK Hasanuddin Sangatta Selatan yang bernaung di bawah Enggang Borneo Climbing Club (EBCC) ini melakukan lonjakan performa yang luar biasa. Ia berhasil merangsek naik ke posisi kedua dengan raihan total poin 19.6.

​Akbar sukses mengungguli atlet tangguh Jawa Barat, Putra Fandira Al Hafidzi, yang harus puas dengan medali perunggu. Sementara itu, posisi pertama dan medali emas diraih oleh pemanjat Jawa Barat lainnya, Ardana Cikal Damarwulan.

​Keberhasilan luar biasa ini diraih di tengah realitas pelik terkait keterbatasan anggaran pembinaan. Pasca keluar sebagai Juara Umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur tingkat Kalimantan Timur, Kutai Timur sebenarnya memiliki segudang atlet potensial yang sangat layak memperkuat Tim Kaltim. Namun, karena alasan efisiensi anggaran, FPTI Kaltim awalnya hanya mampu membiayai penuh satu atlet dari Kutai Timur, yaitu Rizky Sholeh Akbar. Sementara itu, empat atlet berprestasi lainnya hanya bisa dimasukkan ke dalam daftar rekomendasi dengan status Biaya Mandiri.

​Melihat ketimpangan ini, Pengurus Kabupaten (Pengcab) FPTI Kutai Timur di bawah kepemimpinan Aji Fahriza Hakim, S.Sos., M.Si. mengambil langkah diplomasi yang berani. FPTI Kutai Timur memohon kepada Pengprov FPTI Kaltim agar alokasi pembiayaan penuh untuk satu orang pelatih jatah Kutai Timur dialihkan sepenuhnya menjadi kuota atlet.

​Keputusan mengorbankan jatah kuota ofisial pelatih ini diambil demi memberikan kesempatan yang lebih luas kepada atlet berprestasi untuk bersaing di tingkat nasional. Langkah visioner ini akhirnya terbukti membuahkan hasil yang manis lewat raihan podium oleh Akbar yang sudah mulai berlaga sejak kemarin.

​Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas determinasi yang ditunjukkan oleh Akbar di dinding panjat nasional.

​”Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan pengorbanan semua pihak. Kami tahu tantangan keberangkatan kemarin tidak mudah, bahkan kami harus merelakan jatah ofisial pelatih demi memastikan slot atlet kita bertambah ke Jakarta. Hari ini, Rizky membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk mengukir prestasi nasional,” ujar Aji Fahriza.

​Ia juga menambahkan bahwa medali perak ini menjadi bukti nyata pembinaan usia dini di klub-klub Kutai Timur seperti EBCC berjalan di jalur yang benar. Namun, ia tidak menampik bahwa sebenarnya masih banyak atlet Kutai Timur yang memiliki kemampuan setara dan berpotensi meraih medali andai tidak terbentur keterbatasan anggaran.

​Medali perak dari nomor Boulder U17 Putra ini barulah sebuah permulaan. Perjuangan kontingen Kalimantan Timur, khususnya para jawara dari Kutai Timur, masih jauh dari kata selesai. Rizky Sholeh Akbar bersama rekan-rekannya masih akan turun bertanding di beberapa nomor andalan lainnya, yaitu Lead dan Speed.

​Melihat grafik performa dan mental bertanding yang terus menanjak, tidak menutup kemungkinan pundi-pundi medali akan kembali lahir dari nomor-nomor berikutnya. Satu hal yang pasti, keberhasilan hari ini mengirimkan pesan jelas ke seluruh penjuru tanah air: pemanjat dari Sangatta kini mulai melawan, bangkit, dan siap merajai panggung nasional.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *