
SANGATTA — Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, resmi melantik 60 pengurus Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (IKA HIPMA KT) periode 2026-2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Daerah Kutai Timur, pada Selasa (30/06/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan perdana IKA HIPMA KT dalam memperkuat komitmen sekaligus merajut tali silaturahmi antarlintas generasi alumni.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan “lampu hijau” bagi para alumni untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah. Ia berharap kehadiran wadah ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan mampu menyumbang ide dan gagasan strategis di berbagai sektor.
”Ini adalah momen kalian untuk membuktikan kepada masyarakat Kutim bahwa kalian layak. Silakan kolaborasikan keahlian di bidang masing-masing dengan pemerintah daerah. Tunjukkan melalui pergerakan nyata bahwa kalian mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan,” tegas Ardiansyah.
Menurut Bupati, pelantikan ini harus menjadi pemantik semangat kepemudaan dalam melahirkan inovasi. Ia meyakini, di bawah nakhoda Arif Bolly, strategi dan taktik yang dimiliki pengurus baru akan membawa dampak positif, meski tantangan di depan tentu tidak mudah.
”Dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman para pengurus di berbagai bidang, tantangan tersebut pasti bisa teratasi demi kemajuan dan pertumbuhan Kutai Timur,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua IKA HIPMA KT periode 2026-2030, Arif Bolly, menegaskan tekadnya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Kutai Timur. Ia optimistis komposisi pengurus di berbagai bidang yang ada saat ini mampu membawa perubahan signifikan.
Selain kontribusi eksternal, Arif juga menyoroti pentingnya penyelesaian tantangan internal organisasi, terutama terkait administrasi dan tata kelola yang rapi sesuai aturan yang berlaku.
”Setelah ini kami akan langsung melaksanakan Rapat Kerja (Raker). Namun sebelum itu, kami akan berbenah secara fundamental di internal pengurus, mulai dari penyusunan database hingga program kerja per bidang. Di sinilah ide dan gagasan untuk pembangunan daerah akan kami formulasikan. Kami tetap mengharapkan dukungan dan arahan sebagai ghirah (semangat) pergerakan kami,” jelas Arif.
Agenda pelantikan dan raker ini menjadi alarm pengingat bahwa tugas organisasi harus segera dijalankan. Tanpa program kerja yang nyata, pembangunan di Kutai Timur dikhawatirkan hanya akan berjalan di tempat. Raker yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini diharapkan mampu menjadi pemicu utama bagi pengurus IKA HIPMA KT untuk langsung bergerak bagi daerah.(*)

