Kutai Timur

Sinergi Kutim Tekan Stunting, DPPKB Jemput Bola Layanan Kesehatan di Kecamatan Long Mesangat

403
×

Sinergi Kutim Tekan Stunting, DPPKB Jemput Bola Layanan Kesehatan di Kecamatan Long Mesangat

Share this article

​Sumber Sari – Balai Kantor Camat Long Mesangat mendadak riuh oleh semangat gotong royong warga dan unsur pemerintah setempat pada Selasa (8/9/2026) siang. Langkah responsif ditunjukkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur melalui program jemput bola guna mempercepat penurunan angka stunting di tingkat kecamatan.

​Mewakili Plh Kepala Dinas, Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan Keluarga Risiko Stunting (KRS).

​”Penanganan masalah ini tidak dapat dikerjakan secara parsial oleh dinas saja. Tanpa adanya kerja sama yang solid dari seluruh elemen, program tidak akan memberikan hasil optimal,” tegas Jumran di depan peserta acara.

​Merujuk data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), tercatat sebanyak 109 Kepala Keluarga (KK) yang masuk kriteria KRS di Long Mesangat.

Sebaran data di delapan desa menunjukkan Desa Sumber Agung berada di posisi tertinggi dengan 44 KK. Sementara itu, Desa Tanah Abang mencatat 16 KK, Desa Segoy Makmur 12 KK, Desa Sika Makmur dan Desa Melan masing-masing 11 KK, Desa Mukti Utama 8 KK, serta Desa Sumber Sari sebanyak 7 KK.

​Camat Long Mesangat, Rapichin, mengapresiasi kehadiran tim DPPKB Kutim dan menyoroti pentingnya edukasi publik terkait persepsi “risiko stunting”.

​”Masyarakat perlu paham bahwa status ‘berisiko’ baru sebatas potensi. Jika intervensi dilakukan sejak dini, anak tidak akan jatuh pada kondisi stunting,” ungkap Rapichin.

​Ia juga menepis stigma sosial yang kerap memicu keengganan warga mengakses fasilitas kesehatan.

​”Masih ada warga yang enggan hadir ke posyandu karena merasa malu namanya terdata. Padahal stunting bukanlah penyakit menular, melainkan kondisi yang sangat bisa dicegah dan ditangani lewat pemantauan rutin,” lanjutnya.

​Kegiatan intervensi ini turut melibat jajaran Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP-PKK kecamatan, para kepala desa, perwakilan perusahaan lokal, hingga Penyuluh KB. Sebagai langkah nyata, Baznas Kutim menyerahkan bantuan simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk 10 KK sasaran.

​Rangkaian acara ditutup dengan sesi pembekalan materi. Kabid Pengendalian Penduduk DPPKB Kutim, Tristiningsih, memaparkan mekanime layanan penanganan KRS. Di saat yang sama, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Ani Saida, membagikan perkembangan terbaru program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting (Genting).(Kw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *