
SANGATTA – Kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pelaksanaan program pelayanan masyarakat berhenti. Pemerintah kecamatan memilih memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pembangunan tetap berjalan.
Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah mengatakan efisiensi anggaran memang berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program di kantor kecamatan. Meski demikian, pemerintah kecamatan berupaya mencari solusi melalui kerja sama dengan perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
“Efisiensi memang mempengaruhi pelaksanaan program di kecamatan. Tetapi kami tidak tinggal diam, melainkan membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai sektor,” ujarnya.
Menurut Vita, peran kecamatan tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai koordinator wilayah yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Rantau Pulung selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah kecamatan kemudian memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat sehingga bantuan dan program yang diberikan dapat tepat sasaran.
Vita menilai pola kolaborasi tersebut menjadi strategi yang efektif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Dengan keterlibatan sektor swasta, sejumlah kebutuhan masyarakat tetap dapat direspons tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran kecamatan.
Ia berharap semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor terus dipertahankan sebagai modal pembangunan di Rantau Pulung.
Menurutnya, tantangan efisiensi justru menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik agar tetap berjalan secara optimal.(ADV/Diskominfo Kutim)

