
RANTAU PULUNG – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) secara dini terus dilakukan di Kecamatan Rantau Pulung. Salah satunya melalui kegiatan tracking TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mukti Jaya, Sabtu (26/9/2026).
“Tracking ini kita lakukan untuk menemukan dan menjaring suspek TBC di sekitar penderita TBC yang ada di Desa Mukti Jaya. Karena ada suspek yang ditemukan tinggal di barak perusahaan, maka penjaringan dilakukan di lingkungan sekitar,” ujar Camat Rantau Pulung Vita Nur Khasanah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan PPTI Kecamatan Rantau Pulung bersama Puskesmas Rantau Pulung, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Lokasi pelaksanaan berada di KM 28 Site Makaning, kawasan PT NIKP/GAWI.
Sebanyak 100 orang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut, terdiri dari pria dan wanita yang berada di sekitar lingkungan perusahaan.
“Harapannya masyarakat semakin sadar dan mendapatkan edukasi yang cukup mengenai TBC. Kita juga ingin stigma terhadap penyakit ini bisa berkurang, sehingga masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan maupun mendapatkan pengobatan,” katanya.
Menurutnya, penemuan kasus secara dini menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan TBC. Karena itu, penguatan peran kader serta mekanisme rujukan dini juga perlu terus dilakukan di tingkat masyarakat.
“Selain penemuan kasus secara dini, kepatuhan minum obat juga harus diperhatikan. Termasuk bagaimana peran Pengawas Menelan Obat atau PMO bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Vita menambahkan, penanganan TBC membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kader, fasilitas kesehatan hingga lingkungan perusahaan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan, penemuan kasus dan pengobatan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Untuk jangka panjang tentu kita berharap TBC bisa dieliminasi pada 2030. Karena itu, langkah-langkah yang kita lakukan sekarang harus terus diperkuat, terutama dari sisi edukasi, penemuan kasus dan kepatuhan pengobatan,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kutim)

