
KUTAI TIMUR — Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Timur, Trisno, S.STP., mencatatkan momen penting dalam sejarah kebudayaan daerah saat menyampaikan laporan panitia pelaksana di Balai Adat Kutai Timur. Untuk pertama kalinya dalam 27 tahun perjalanan kabupaten tersebut, Erau Pelas Benua resmi digelar di Bumi Kutai Timur.
Di hadapan unsur pimpinan daerah, pemangku adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan rumah adat, Trisno menegaskan bahwa perhelatan akbar ini lahir dari keyakinan bahwa kebesaran suatu daerah diukur dari komitmen warganya dalam merawat akar budaya, bukan sekadar kekayaan sumber daya alamnya.
”Sumber daya alam suatu saat bisa habis, namun tradisi dan jati diri bangsa, termasuk Kutai Timur, tidak boleh pudar ditelan zaman. Inilah saripati tema kita: adat dipelihara, negeri diberkahi dan bertuah,” ujar Trisno dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Trisno menjelaskan bahwa Erau Adat Pelas Benua Tahun 2026 merupakan bagian integral dari perayaan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur. Menurutnya, pesta adat ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemda dalam mewujudkan program unggulan bupati dan wakil bupati, khususnya pada sektor kebudayaan, pariwisata, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Pesta adat yang dipusatkan di Balai Adat Kutai Timur ini dilangsungkan selama lima hari, yakni pada 9 hingga 13 Oktober 2026. Trisno memaparkan, berbagai rangkaian acara telah dan akan diselenggarakan, mulai dari kirab budaya, pembacaan sabda pandita ratu, penyalaan limarung, pertandingan olahraga tradisional, bazar UMKM lokal, pementasan seni budaya, hingga prosesi adat seperti bepaseh dan belibur.
Dalam kesempatan yang sama, Trisno menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Sultan Kutai Kertanegara Ing Martadipura beserta kerabat kesultanan atas bimbingan adat yang diberikan. Ucapan terima kasih serupa juga ia sampaikan kepada bupati, wakil bupati, pimpinan DPRD, Forkopimda, panitia, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan perhelatan budaya ini.
Menutup rangkaian pembukaan, Trisno berharap pelaksanaan Erau Pelas Benua dapat terus berlanjut dan semakin meriah di masa mendatang, serta menjadi warisan berharga bagi generasi penerus Kabupaten Kutai Timur.(ADV/Diskominfo Kutim)

