
SANGATTA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing wilayah. Secara resmi, instansi tersebut menetapkan lima komoditas unggulan yang akan menjadi fokus utama sekaligus arah prioritas pengembangan riset dan inovasi daerah ke depan.
Kelima komoditas andalan tersebut meliputi kelapa sawit, kakao, nanas, pisang, dan aren. Penetapan ini tertuang secara formal dalam dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (RIPJPID), yang berfungsi sebagai panduan krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset.
Mewakili Kepala BRIDA Kutim Juliansyah, Peneliti Ahli Pertama BRIDA Kutai Timur, Aveni Christy Keintjem, menjelaskan bahwa komoditas-komoditas tersebut akan diprioritaskan dalam setiap agenda penelitian mendatang.
“Kalau ada penelitian terkait produk unggulan daerah, lima komoditas ini menjadi prioritas karena sudah ditetapkan dalam RIPJPID,” ujar Aveni menegaskan komitmen lembaganya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penyusunan dokumen RIPJPID tidak dilakukan secara sepihak. Proses perumusannya melibatkan serangkaian forum diskusi terfokus bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Melalui pendekatan partisipatif ini, komoditas yang dipilih benar-benar merefleksikan potensi riil daerah yang dinilai paling potensial mendongkrak perekonomian lokal.
Melalui kebijakan terarah ini, BRIDA Kutai Timur menaruh harapan besar agar riset yang mendalam terhadap kelapa sawit, kakao, nanas, pisang, dan aren mampu melahirkan inovasi aplikatif. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya mendongkrak produktivitas sektor hulu, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan serta memperkuat daya saing produk Kutai Timur di kementerian, pasar nasional, hingga global.(ADV/Diskominfo Kutim)

