Kaltim

Diskominfo Kutim Gelar Bimtek Keamanan Siber, Fokus Lindungi Data dan Hadapi Ancaman Digital

442
×

Diskominfo Kutim Gelar Bimtek Keamanan Siber, Fokus Lindungi Data dan Hadapi Ancaman Digital

Share this article

SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman siber di era digitalisasi, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) keamanan siber untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Acara bertajuk “Kesiagaan dalam Menghadapi Kejahatan Insiden Siber dan Pengelolaan Audit Keamanan Informasi bagi Perangkat Daerah” ini berlangsung di Aston Hotel & Convention Samarinda pada Kamis (31/10/2024).

Bimtek diikuti oleh perwakilan dari berbagai OPD se-Kutim dan dibuka oleh Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, yang mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim. Dalam sambutannya, Ronny mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebocoran data yang semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi.

“Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, kita harus semakin waspada terhadap potensi kebocoran data, yang bisa merugikan baik individu maupun organisasi,” tegas Ronny.

Bekali OPD dengan Strategi Tanggap Ancaman Siber

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Aris Munandar dari Direktorat Pengamanan Siber dan Sandi, yang memberikan materi tentang strategi mitigasi ancaman siber dan langkah-langkah pengelolaan keamanan informasi. Peserta dibekali pemahaman tentang cara menghadapi ancaman seperti kebocoran data dan serangan terhadap transaksi daring yang sering menargetkan sistem pemerintah.

Ronny juga menekankan pentingnya komitmen OPD dalam memperkuat sistem keamanan informasi, khususnya dalam melindungi data pribadi dan informasi sensitif pemerintah.

“Keamanan data, terutama data pribadi, menjadi langkah krusial dalam melindungi informasi dari ancaman siber yang semakin kompleks. Saya berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kesiagaan di masing-masing instansi,” ujarnya.

Respons terhadap Ancaman Digital yang Kompleks

Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Staper, Sulisman, yang juga Ketua Panitia, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan respons terhadap meningkatnya ancaman siber, khususnya yang menyasar media sosial dan transaksi digital. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan praktis kepada peserta untuk melindungi data dan infrastruktur digital pemerintahan.

“Kami ingin memastikan seluruh OPD di Kutim mampu menjaga privasi dan keamanan data, sekaligus siap menghadapi serangan yang dapat mengganggu layanan pemerintahan,” kata Sulisman.

Bimtek yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 2 November 2024 ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga di Kutim dalam membangun sistem keamanan digital yang tangguh. Diskominfo berharap hasil pelatihan ini mendorong penerapan protokol keamanan ketat dan prosedur tanggap darurat di seluruh OPD.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi fondasi awal sinergi antarlembaga di Kutim, agar bersama-sama dapat membangun sistem keamanan informasi yang lebih kokoh,” tutup Ronny Bonar.

Tingkatkan Kesiapan Siber di Kutim

Dengan pelatihan ini, OPD di Kutim diharapkan semakin siap menghadapi ancaman digital, menjaga keutuhan data, dan memastikan privasi informasi tetap terlindungi. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun tata kelola digital yang aman, efektif, dan terpercaya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *