Berita

BKKBN Luncurkan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk Dukung Produktivitas Perempuan dan Ketahanan Keluarga

771
×

BKKBN Luncurkan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk Dukung Produktivitas Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Share this article
banner 468x60

Kutai Timur, 27 Mei 2025 — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN secara resmi meluncurkan program nasional Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Tempat Penitipan Anak (TPA) Tunas Harapan milik PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Selasa (27/05/2025). Peluncuran ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap isu-isu strategis kependudukan, terutama peningkatan partisipasi kerja perempuan dan penguatan ketahanan keluarga.

Peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, yang menyampaikan bahwa TAMASYA hadir sebagai jawaban terhadap tantangan dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia. Menurutnya, salah satu hambatan besar yang dihadapi pekerja perempuan adalah sulitnya mendapatkan akses layanan pengasuhan anak yang aman dan terpercaya.

“Harapan saya perusahaan yang pekerjanya banyak perempuan dan punya anak semoga bisa tetap bekerja. Karena kenyataannya, banyak perempuan keluar dari pekerjaan setelah menikah atau melahirkan. Itu mengurangi angka produktivitas,” ujar Menteri Wihaji dalam sambutannya.

Program TAMASYA tidak hanya fokus pada pengasuhan anak, tetapi juga merupakan strategi besar pemerintah dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk (TFR 2,1), meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan hingga 70%, serta mencapai Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga sebesar 80% dan penurunan angka stunting menjadi 5% pada tahun 2045.

Lebih jauh, Menteri Wihaji menjelaskan bahwa peluncuran TAMASYA telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan, serta merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan.

“Pemerintah hadir memberikan solusi, salah satunya adalah TAMASYA,” tegasnya.

Pemilihan PT Dharma Satya Nusantara Tbk sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Perusahaan ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja ramah keluarga, termasuk dengan menyediakan TPA yang memadai. Tercatat, terdapat 91 TPA dengan jumlah anak mencapai 1.860 serta 186 tenaga pengasuh di lingkungan perusahaan.

“Kami ingin anak-anak ini juga mendapatkan haknya. Ibu bisa bekerja, anak mendapat kasih sayang dan pengasuhan yang layak. Semuanya berjalan bersama, semuanya bahagia,” ungkap Menteri Wihaji.

Kalimantan Timur sendiri mengalami tren penurunan angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) dari 2,18 pada 2022 menjadi 2,17 di tahun 2024, sejalan dengan target pengendalian jumlah penduduk nasional.

Program TAMASYA melibatkan sinergi enam kementerian, yakni BKKBN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan. Enam instansi tersebut telah mengeluarkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang pembentukan dan penyelenggaraan TPA di kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/D, swasta, dan masyarakat.

Hal ini juga memperkuat landasan hukum pelaksanaan TAMASYA, yang berpijak pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak serta Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam video pernyataan dukungan yang ditayangkan saat acara peluncuran, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T, M.T, Ph.D, menegaskan bahwa penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman, terjangkau, dan berkualitas merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas pekerja perempuan.

“Dengan adanya TAMASYA, para pekerja akan lebih tenang dan fokus dalam bekerja tanpa mengabaikan peran penting mereka dalam keluarga,” ungkap Menteri Yassierli.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memastikan bahwa setiap TPA yang tergabung dalam program TAMASYA akan mendapatkan pendampingan pengasuhan yang sesuai standar, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

Program ini juga sejalan dengan Asta Cita keempat dan keenam, yakni memperkuat SDM, kesetaraan gender, peran perempuan dan pemuda, serta membangun dari desa untuk pemberantasan kemiskinan.

Dengan peluncuran TAMASYA, pemerintah menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat sistem dukungan bagi keluarga muda, memberdayakan perempuan di tempat kerja, dan menciptakan lingkungan sosial yang ramah anak dan keluarga.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *