Berita

Ketua KONI Kutim Sambut Baik Raperda Penyelenggaraan Olahraga: Harapan Baru untuk Prestasi dan Pembinaan Atlet

581
×

Ketua KONI Kutim Sambut Baik Raperda Penyelenggaraan Olahraga: Harapan Baru untuk Prestasi dan Pembinaan Atlet

Share this article
banner 468x60

Sangatta – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H. Rudi Hartono, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, khususnya Komisi D, yang telah menginisiasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Olahraga. Menurutnya, inisiatif ini merupakan angin segar yang sangat dinantikan dalam upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih maju dan terstruktur di daerah.

Dalam pernyataannya kepada awak media belum lama ini, H. Rudi Hartono mengungkapkan bahwa Raperda tersebut menjadi harapan baru bagi seluruh insan olahraga di Kutim, baik dari sisi pembinaan, prestasi, hingga penguatan peran kelembagaan. Ia juga menilai, adanya payung hukum yang jelas akan menjadi pondasi penting untuk mengarahkan pengembangan olahraga secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Secara organisasi dan pribadi saya menyambut baik Raperda ini. Mudah-mudahan disahkannya menjadi Perda bisa memberikan semangat baru bagi kemajuan olahraga di Kutim,” kata H. Rudi di hadapan sejumlah wartawan.

Ia menambahkan, saat ini Kutim tengah menghadapi sejumlah agenda besar di bidang olahraga yang menuntut dukungan regulasi serta anggaran yang memadai. Rudi juga menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam mendukung prestasi atlet, dengan mencontohkan daerah lain yang telah memiliki sekolah khusus olahraga dan sistem pembinaan yang terintegrasi.

“Kita lihat daerah lain terus berprestasi, karena di satu sisi ada payung hukum yang mengikatnya, termasuk hadirnya sekolah khusus olahraga. Kita tentu tidak ingin atlet kita berprestasi di bidang olahraga namun sisi akademik mereka tidak tercapai,” imbuhnya.

Senada dengan Rudi, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Olahraga, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa masukan dari para pelaku olahraga di Kutim telah menjadi dasar utama dalam merumuskan Raperda tersebut. Salah satu fokus utama, lanjutnya, adalah intervensi anggaran untuk mendukung insentif para pelaku olahraga, termasuk pelatih, pengurus, serta atlet.

“Kami sangat setuju bahwa itu menjadi keutamaan. Dengan adanya pendanaan, kita bicara soal pembinaan, bicara soal prestasi, itu akan bisa kita lakukan,” tegas Pandi.

Ia menjelaskan, Raperda ini tidak hanya akan mengatur aspek teknis pelatihan atau pertandingan, tetapi juga akan mencakup pengembangan infrastruktur dan ekosistem olahraga yang modern dan berkelanjutan. Termasuk di dalamnya adalah wacana pembentukan sekolah olahraga, serta mendorong tumbuhnya industri olahraga yang mencakup berbagai profesi pendukung atlet.

“Olahraga modern itu sudah pakai analisis video, sudah digitalisasi masuk di sana. Maka dari itu, yang harus dibangun bukan cuma atletnya, melainkan juga pendukung-pendukung atletnya, seperti ahli gizi, fisioterapi, dan profesi lain yang mendukung performa atlet,” jelas Pandi.

Lebih lanjut, Pandi menyampaikan bahwa Pansus juga tengah menjajaki potensi kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa dalam pengembangan olahraga. Dalam waktu dekat, akan digelar sesi khusus yang melibatkan seluruh perangkat desa, bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), guna menggali potensi lokal dan memperkuat sinergi lintas sektor.

“Kita sedang jajaki bagaimana mengkoneksikan pengembangan olahraga hingga ke tingkat desa. Pansus berencana untuk mengadakan sesi khusus dengan seluruh perangkat desa, bekerja sama dengan APDESI. Tujuannya adalah mendengarkan potensi kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Langkah DPRD Kutim ini dinilai sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya pembangunan olahraga yang tak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga pembentukan sistem pendukung yang komprehensif dan berkelanjutan. Bila berhasil diimplementasikan, Perda Penyelenggaraan Olahraga diyakini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembinaan olahraga di Kutai Timur.(Ai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *