
KUTAI TIMUR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, upaya menjaga kelancaran layanan air bersih menjadi perhatian serius Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim). Di balik aliran air yang setiap hari dinikmati masyarakat, ada kerja senyap para petugas teknis yang memastikan sistem tetap berfungsi optimal.
Salah satunya terlihat melalui kegiatan pembersihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo yang berlokasi di Jalan Papa Charlie, Desa Kabo Jaya, Kecamatan Sangatta Utara. Sejak pagi, belasan petugas berjibaku menguras endapan lumpur yang mengendap di bak prasedimentasi—tahap awal penting dalam proses pengolahan air bersih.
Manajer Produksi Perumdam Kutim, Fahrul, menjelaskan bahwa pembersihan prasedimentasi menjadi langkah preventif agar kualitas air tetap terjaga, terutama saat kebutuhan air masyarakat meningkat selama Ramadhan.
“Pekerjaan hari ini berlangsung sekitar dua jam. Selama proses berlangsung, aliran air tetap berjalan meski debitnya turun sekitar 30 liter per detik. Ini sudah kami perhitungkan agar dampaknya ke pelanggan seminimal mungkin,” jelas Fahrul di sela kegiatan, Jumat (5/2/2026).
Ia menambahkan, setelah pembersihan prasedimentasi, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembersihan enam unit Water Treatment Plant (WTP). Setiap dua unit WTP diperkirakan membutuhkan waktu satu hari pengerjaan.
“Total ada sekitar 15 personel yang terlibat. Setelah kurang lebih empat jam, aliran air kembali normal,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan para petugas teknis bekerja di tengah lumpur dan endapan yang menumpuk, memastikan setiap sudut bak penampungan bersih dari sisa material yang berpotensi mengganggu proses pengolahan air. Pembersihan rutin ini menjadi bagian dari komitmen Perumdam Kutim dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perumdam Cabang Sangatta Utara, Hevi Muhammad, menyampaikan bahwa pembersihan dilakukan pada unit-unit pengolahan yang berpotensi mengalami penurunan kinerja akibat akumulasi endapan selama operasional normal.
“Selama kegiatan berlangsung, kapasitas produksi IPA Kabo yang biasanya 300 liter per detik turun sementara menjadi sekitar 260 hingga 270 liter per detik. Penurunan ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari prosedur teknis, dengan durasi pekerjaan sekitar 4 hingga 6 jam,” jelasnya.
Hevi menegaskan, setelah seluruh rangkaian pembersihan rampung dan dilakukan pengecekan operasional, sistem pengolahan air akan dijalankan kembali secara bertahap hingga mencapai kapasitas normal.
Secara keseluruhan, kegiatan pembersihan IPA Kabo dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Februari 2026. Di balik proses teknis tersebut, tersimpan harapan agar masyarakat Kutai Timur dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan nyaman, tanpa kekhawatiran akan ketersediaan air bersih.(Syd)


