Berita

Pemkab Kutim Perkuat Strategi Penurunan Stunting Lewat Program AKSIS Berbasis Kolaborasi

366
×

Pemkab Kutim Perkuat Strategi Penurunan Stunting Lewat Program AKSIS Berbasis Kolaborasi

Share this article
banner 468x60

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mempertegas komitmennya dalam menekan angka stunting dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi sumber daya daerah serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan untuk menangani stunting secara berkelanjutan dan terukur.

Salah satu langkah konkret yang kini disiapkan adalah pelaksanaan Akademi Kolaborasi untuk Penanganan Kemiskinan dan Stunting (AKSIS). Program yang digagas melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur ini dirancang tidak hanya untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting, tetapi juga menyasar akar persoalan berupa kemiskinan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.

Sebagai tahapan awal, Pemkab Kutim menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah terkait serta melibatkan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda yang akan berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan AKSIS. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.

Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi, menjelaskan bahwa hasil rapat tersebut akan segera ditindaklanjuti secara internal dengan mengundang seluruh perangkat daerah untuk merumuskan kriteria dan persyaratan peserta yang akan terlibat dalam program AKSIS.

“Peserta yang dipilih bukan sekadar perwakilan perangkat daerah, tetapi individu yang memiliki kompetensi dan relevansi tugas dengan isu kemiskinan dan stunting,” ujar Junaedi, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan AKSIS akan berlandaskan pada tiga basis data utama, yakni data keluarga berisiko stunting, data anak stunting, serta data kemiskinan ekstrem. Ketiga data tersebut akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan program dan kegiatan yang tepat sasaran.

Sebanyak 40 peserta terpilih nantinya akan dibekali pelatihan intensif sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber berkompeten, termasuk dari LAN Samarinda, guna memperkuat kapasitas analisis dan perencanaan para peserta.

“Dari proses pelatihan itu, kami menargetkan lahirnya rekomendasi program yang konkret untuk disampaikan kepada pimpinan daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati,” jelasnya.

Junaedi optimistis, inovasi ini dapat menjadi pemicu semangat bersama dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan dan stunting di Kutai Timur. Menurutnya, sinergi yang kuat antar pihak akan berkontribusi langsung terhadap penurunan jumlah keluarga berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya angka stunting secara keseluruhan.

Pandangan serupa disampaikan Kepala LAN Samarinda, Rahmat, yang menilai AKSIS sebagai langkah progresif pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan sosial. Ia menekankan pentingnya orkestrasi program lintas sektor, termasuk keterlibatan pihak swasta, agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat sasaran.

“Kuncinya ada pada kolaborasi dan penyelarasan program. Jika itu berjalan, saya yakin upaya penurunan kemiskinan dan stunting di Kutai Timur dapat dicapai lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *