Berita

Peresmian Jembatan Nibung Buka Akses Baru, Camat Kaubun Dorong Warga Beradaptasi dan Kembangkan UMKM

363
×

Peresmian Jembatan Nibung Buka Akses Baru, Camat Kaubun Dorong Warga Beradaptasi dan Kembangkan UMKM

Share this article
banner 468x60

KAUBUN – Beroperasinya Jembatan Nibung yang menghubungkan Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang menandai babak baru mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur ini tak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga membawa konsekuensi perubahan bagi sektor usaha yang selama ini bertumpu pada jasa penyeberangan feri.

Camat Kaubun, Saprani, menilai kehadiran jembatan tersebut sebagai tonggak penting percepatan pembangunan wilayah. Ia menyebut, perubahan yang terjadi harus dipandang sebagai proses transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih efisien dan kompetitif.

“Dengan berfungsinya jembatan ini, masyarakat tidak lagi dibebani biaya penyeberangan seperti sebelumnya. Pengeluaran itu kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif. Ini keuntungan langsung bagi warga,” ujarnya usai peresmian, Selasa (24/2/2026).

Saprani tidak menutup mata terhadap dampak yang dirasakan sebagian pelaku usaha jasa penyeberangan dan pedagang di sekitar dermaga lama. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut merupakan konsekuensi dari kemajuan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurutnya, efisiensi waktu dan biaya distribusi diyakini akan mendorong kelancaran arus barang dan jasa, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kaubun dan sekitarnya. Akses darat yang semakin terbuka juga berpotensi menekan harga kebutuhan pokok karena distribusi menjadi lebih cepat dan stabil.

Lebih jauh, Saprani mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah meningkatnya lalu lintas kendaraan. Ia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memanfaatkan posisi strategis Kaubun sebagai jalur penghubung menuju Berau hingga Kalimantan Utara.
“Ini kesempatan besar untuk mempromosikan produk lokal. Arus kendaraan yang melintas merupakan pasar potensial. Masyarakat harus mampu membaca peluang ini dan meningkatkan kualitas usahanya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, lanjutnya, akan berupaya melakukan pendampingan bagi pelaku usaha terdampak agar mampu beralih ke sektor yang lebih prospektif.

Dengan terbukanya akses baru ini, Kaubun kini menempati posisi strategis dalam jaringan transportasi Kalimantan Timur. Pemerintah setempat berharap, Jembatan Nibung tidak hanya menjadi simbol konektivitas, tetapi juga penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Ns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *