
BATU AMPAR — Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meninjau langsung lokasi pascabencana sekaligus menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran hebat di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Minggu (29/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kutim ini menjadi angin segar bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan laporan Camat Batu Ampar, Ahmad Syah, musibah tersebut menghanguskan sedikitnya 85 unit rumah. Dampaknya pun masif, tercatat 117 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 337 jiwa kehilangan tempat bernaung.
”Mohon maaf Pak Bupati, saya sedih karena yang terdampak ini semua keluarga saya. Upaya pemadaman sudah maksimal kami lakukan dengan unit damkar, bantuan perusahaan, hingga alat seadanya milik warga, namun takdir berkata lain,” ujar Ahmad Syah dengan nada emosional saat menyampaikan laporan di posko bantuan.
Pemerintah Kabupaten Kutim bersama TNI/Polri dan berbagai lembaga sosial bergerak cepat dalam masa tanggap darurat. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan psikologis warga.
Logistik Dasar: 2.290 kg beras dan 500 liter minyak goreng. Setiap jiwa menerima paket berisi 5 kg beras, 1 liter minyak, 12 butir telur, serta mi instan.
Dinas Sosial Kutim & Provinsi: Menyalurkan ratusan paket sembako, perlengkapan tidur (kasur/bed cover), sandang, hingga terpal.
Dukungan Perusahaan: Pengerahan alat berat untuk pembersihan puing serta bantuan bahan bakar minyak (BBM).
Pendidikan & Kesehatan: Pendataan bantuan alat sekolah serta layanan kesehatan dan trauma healing oleh Polres Kutim.
Langkah konkret juga datang dari Baznas Kutim yang mengalokasikan dana sekitar Rp772 juta yang bersumber dari zakat ASN Pemkab Kutim. Dana tersebut diproyeksikan untuk pembangunan hunian sementara bagi para korban.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arinto, menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk Satgas Darurat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga di pengungsian. “Kami berharap masyarakat bisa segera pulih dan beraktivitas normal kembali,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya solusi jangka panjang agar tragedi serupa tidak berulang. Mengingat kebakaran besar bukan pertama kalinya terjadi di wilayah tersebut, Bupati menginstruksikan adanya kajian penataan ulang permukiman.
”Saya minta dilakukan kajian penataan ulang permukiman di Batu Timbau. Selain itu, saya ingatkan warga untuk waspada terhadap instalasi listrik. Mayoritas kebakaran saat ini dipicu arus pendek (korsleting), jadi pastikan kabel dan instalasi sesuai standar,” tegas Ardiansyah.
Menutup kunjungannya, Bupati mengajak warga untuk tetap tegar dan berprasangka baik di tengah ujian. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal proses pemulihan hingga tuntas.(Ns)


