Berita

Sosialisasi dan Skrining di Sekretariat IKAT, Sinergi Lintas Sektor Percepat Pengendalian TBC di Kutim

403
×

Sosialisasi dan Skrining di Sekretariat IKAT, Sinergi Lintas Sektor Percepat Pengendalian TBC di Kutim

Share this article
banner 468x60

SANGATTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui kerja sama multipihak. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan sosialisasi dan skrining TBC yang berlangsung di Sekretariat Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutim, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kutim, Puskesmas Teluk Lingga bersama Kader Pengawas Minum Obat (PMO) TBC Teluk Lingga, serta dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Community Health & Education (CHE).

Hadir dalam agenda tersebut Ketua Persatuan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Kutim yang juga menjabat Ketua Tim Pembina Posyandu Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, perwakilan Dinkes, pengurus IKAT Kutim, kader PMO, serta perwakilan perusahaan.

Dalam sambutannya, Siti Robiah menegaskan bahwa pengendalian TBC masih menjadi pekerjaan rumah yang serius, terutama di wilayah Sangatta Utara yang mencatat angka kasus relatif tinggi. Karena itu, pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci percepatan penanganan.

“Pengendalian TBC tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar penanganannya efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi yang dijalankan pemerintah daerah melalui Dinkes meliputi penguatan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, investigasi kontak untuk deteksi dini, pemberian makanan tambahan bagi pasien, serta optimalisasi peran kader PMO guna memastikan kepatuhan minum obat hingga tuntas.

Langkah tersebut selaras dengan agenda pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Aspek kesehatan, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing.

Materi edukasi dalam kegiatan itu disampaikan oleh Pengelola Program TBC Dinkes Kutim, Harwati. Ia mengingatkan pentingnya vaksinasi BCG bagi bayi, penerapan etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat sakit, serta menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara dan paparan sinar matahari optimal.

Masyarakat juga didorong menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, cukup istirahat, serta menghindari kebiasaan merokok guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Ketua IKAT Kutim, Piter Buyang, menyatakan dukungan penuh terhadap program penanggulangan TBC. Ia memastikan organisasi yang dipimpinnya bersama puluhan pilar di bawah naungannya siap berpartisipasi dalam kegiatan edukatif dan preventif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Supt Community Health & Education KPC, Febriana Kurniasari, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat, termasuk pengendalian TBC di Kutim.

Melalui kolaborasi yang terintegrasi dan partisipasi aktif warga, Pemerintah Kabupaten Kutim optimistis target eliminasi TBC secara nasional pada 2030 dapat diwujudkan, sekaligus membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.(Ns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *