Berita

Perumdam TTB Kutim Optimalkan Efisiensi dan Perkuat Target Laba

417
×

Perumdam TTB Kutim Optimalkan Efisiensi dan Perkuat Target Laba

Share this article

SANGATTA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan efisiensi serta memperkuat target laba. Langkah strategis ini ditandai dengan penyampaian laporan tahunan 2024 dan perubahan Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2025 kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati pada Senin (24/3/2025) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menjelaskan bahwa laporan tahunan perusahaan telah diaudit dan menunggu pengesahan dari Bupati. Selain itu, perubahan RKA dilakukan untuk menyesuaikan regulasi terbaru, khususnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 23 Tahun 2024 mengenai struktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang air minum.

Menurut Suparjan, revisi anggaran ini bukan sekadar formalitas, melainkan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah pemaparan tadi sekitar satu jam lebih kepada Bapak Bupati, laporan dan RKA yang diajukan telah dibahas satu per satu. Sehingga laporan tersebut dapat disahkan, dan target-target capaian dalam RKA telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Perubahan ini berfokus pada optimalisasi penggunaan anggaran. Suparjan menegaskan bahwa meskipun ada upaya efisiensi, kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama.

“Kenapa dilakukan perubahan ini? Sebetulnya arahnya ke efisiensi. Kami semua dibatasi agar lebih optimal dalam penggunaan anggaran. Hasil dari efisiensi ini akan membuat kinerja kita membaik. Walaupun ada efisiensi, fungsi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyambut baik langkah efisiensi yang diambil Perumdam TTB Kutim. Namun, ia mengingatkan bahwa sebagai perusahaan daerah, Perumdam tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan publik, tetapi juga harus mampu menghasilkan laba.

“Tidak boleh hanya mengedepankan pelayanan tanpa memperhitungkan laba, karena sekarang sudah berbentuk perusahaan. Jadi harus ada keseimbangan antara cakupan pelayanan yang semakin luas dan target laba yang meningkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ardiansyah meminta Perumdam TTB Kutim untuk terus meningkatkan pendapatan demi kemandirian finansial. Ia menekankan pentingnya kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh pemerintah daerah dan masyarakat secara luas.

Dengan strategi efisiensi dan perencanaan anggaran yang lebih matang, diharapkan Perumdam TTB Kutim dapat semakin berkembang serta memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat Kutim. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa tata kelola BUMD yang sehat tidak hanya bergantung pada kinerja operasional, tetapi juga keseimbangan antara efisiensi dan keberlanjutan bisnis. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *