
SANGATTA – Menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kutim, Jimmi. Ia menilai, kondisi tersebut harus diimbangi dengan peran aktif sektor swasta agar roda perekonomian daerah tetap berputar.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya bergantung pada APBD dalam menjaga stabilitas ekonomi. Sektor swasta memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong produktivitas masyarakat.
“Perekonomian Kutim selama ini tidak hanya bertumpu pada APBD, tapi juga dari aktivitas sektor swasta. Mereka lah yang banyak menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Jimmi, Selasa (11/11/2025).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, meskipun anggaran pemerintah menurun, DPRD tetap berkomitmen mendorong agar pelaku usaha di Kutim tidak mengendurkan semangat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan di Kutim tetap aktif melihat potensi ekonomi yang ada. Justru di saat seperti ini, dunia usaha perlu lebih kreatif dan ikut berperan memperluas lapangan kerja,” jelasnya.
Jimmi juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara dunia industri dengan pemerintah pusat, terutama kementerian yang menangani bidang ketenagakerjaan dan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kebijakan nasional perlu memperhatikan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan ketersediaan pekerjaan bagi masyarakat.
“Kami akan dorong Kementerian Ketenagakerjaan dan SDM agar tetap memperhatikan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan penyerapan tenaga kerja. Jangan sampai kemajuan industri justru mengurangi kesempatan kerja,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa modernisasi dan otomatisasi memang tidak bisa dihindari, namun harus dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan pengangguran baru.
“Teknologi memang penting untuk efisiensi, tapi kalau terlalu cepat menggantikan tenaga manusia, justru akan menimbulkan masalah sosial. Tantangan kita adalah bagaimana teknologi dan tenaga kerja bisa berjalan seimbang,” tambahnya.
Jimmi berharap, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, perekonomian Kutai Timur tetap bisa tumbuh meskipun APBD mengalami penurunan.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin ekonomi Kutim tetap tumbuh dan kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat,” pungkasnya optimistis.(Adv/DPRD)

