Berita

Revolusi Pembinaan UMKM Kutim: Wabup Mahyunadi Bidik Adopsi Model Digital dan Kreatif Jawa Timur

359
×

Revolusi Pembinaan UMKM Kutim: Wabup Mahyunadi Bidik Adopsi Model Digital dan Kreatif Jawa Timur

Share this article

MALANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan keseriusan dalam mendongkrak daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dengan melakukan studi tiru mendalam di fasilitas pengembangan UMKM yang terdepan. Setelah menerima pemaparan program, rombongan Pemkab Kutim yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi, didampingi sang istri Masriati, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, melanjutkan agenda dengan meninjau langsung benchmark keunggulan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (11/11/2025).

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya strategis untuk memetakan dan mengadopsi model pembinaan yang relevan dengan tantangan dan peluang di era digital.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan Kutim diberikan gambaran utuh tentang ekosistem pendukung yang telah dibangun oleh UPT Jatim. Fokus utama tertuju pada tiga fasilitas krusial yang dianggap vital dalam membangun kemandirian dan daya saing pelaku usaha: Ruang Perpustakaan sebagai pusat literasi bisnis, Ruang Podcast sebagai wadah kreativitas konten dan branding digital, serta Galeri UMKM sebagai ruang promosi dan showcase produk unggulan.

Ketiga fasilitas ini, menurut pihak UPT, adalah kunci untuk mengubah mentalitas UMKM dari sekadar produsen menjadi produsen yang melek digital, inovatif, dan mampu bercerita tentang produknya.

“Fasilitas ini dirancang untuk mencetak UMKM yang tidak hanya punya produk bagus, tapi juga punya story yang kuat dan mampu memasarkan dirinya secara digital. Literasi, promosi, dan branding adalah tiga pilar yang tidak terpisahkan,” jelas Kasi Pengembangan Pelatihan UPT Pelatihan Koperasi UKM Jatim, Doni Handoko Retrianto.

Inovasi yang paling menarik perhatian Wabup Mahyunadi dan jajarannya adalah program unggulan UPT Jatim yang bernama “Safari Podcast”. Doni Handoko Retrianto memaparkan bahwa program ini merupakan upaya kreatif dalam menghadirkan media edukasi dan promosi yang modern, dinamis, dan mudah diakses.

“Safari Podcast ini adalah wadah berbagi cerita sukses, strategi, dan motivasi bagi pelaku UMKM dengan format audio visual yang menarik. Keunggulannya, kami tidak hanya melakukannya di studio, melainkan kami bawa ke berbagai lokasi di Jawa Timur, menjemput pelaku usaha di daerah-daerah,” ungkap Doni.

Ia menambahkan, pendekatan melalui podcast memungkinkan edukasi dan sharing knowledge dapat diterima dengan cara yang lebih santai, modern, dan paling penting, memperluas jangkauan informasi kepada generasi muda dan pelaku UMKM yang aktif di media sosial. Konsep mobile dari “Safari Podcast” ini dinilai sangat cocok untuk diterapkan di Kutai Timur yang memiliki wilayah geografis luas dan terpencar.

Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas dan inovasi program yang diperlihatkan oleh UPT Jatim. Beliau secara tegas menilai bahwa pendekatan pembinaan yang mengedepankan teknologi informasi dan literasi digital ini adalah roadmap yang harus segera diikuti oleh Kutim.

“Apa yang kita lihat di sini adalah contoh baik yang wajib kita implementasikan. UMKM di Kutim tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara lama. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan era digital, baik dalam hal skill pemasaran online, literasi keuangan dan bisnis, maupun inovasi produk yang responsif terhadap pasar modern,” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi menambahkan bahwa fokus Pemkab Kutim selanjutnya adalah menciptakan wadah dan infrastruktur yang mendorong lahirnya content creator UMKM. Ini berarti Dinas Koperasi dan UMKM Kutim perlu bertransformasi menjadi fasilitator digital dan kreatif, tidak hanya sekadar pelaksana pelatihan konvensional.

Melalui kunjungan ini, Pemkab Kutim membawa pulang cetak biru yang solid: mewujudkan fasilitas yang mendukung literasi, kreativitas digital (seperti studio podcast dan ruang co-working), serta memperluas akses promosi digital untuk produk lokal. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kompetensi pelaku usaha secara signifikan, sekaligus memperluas jangkauan pasar produk UMKM Kutim melalui pendekatan yang lebih kreatif dan modern. Penerapan konsep ini diharapkan dapat menjadi lompatan besar bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kutai Timur.(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *