Berita

Transformasi Kompetensi UMKM Kutim: Pemkab Targetkan Pelaku Usaha Tersertifikasi Standar Nasional

432
×

Transformasi Kompetensi UMKM Kutim: Pemkab Targetkan Pelaku Usaha Tersertifikasi Standar Nasional

Share this article

MALANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mengambil langkah proaktif yang signifikan dalam upaya strategis mereka untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan studi tiru ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Koperasi dan UKM di Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (11/11/2025). Kunjungan ini fokus pada pemetaan program yang sukses dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) UMKM yang profesional dan bersertifikasi.

Rombongan Pemkab Kutim, yang dipimpin oleh Wakil Bupati Mahyunadi dan didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Teguh Budi Santoso, serta anggota DPRD Kutim Yunus Yusuf, disambut hangat oleh Kasi Pengembangan Pelatihan UPT Pelatihan Koperasi UKM Jatim, Doni Handoko Retrianto.

Dalam pemaparannya, Doni Handoko Retrianto menjelaskan bahwa UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Jatim memiliki peran sentral sebagai unit pelaksana teknis yang tidak hanya fokus pada pelatihan, konsultasi, dan bimbingan, tetapi juga mengemban tugas penting dalam penyelenggaraan ujian bersertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Peran UPT kami melampaui pelatihan biasa. Kami memastikan bahwa tenaga kerja di sektor UMKM tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga diakui secara nasional melalui sertifikasi SKKNI. Ini adalah kunci untuk memastikan kualitas dan standar kompetensi mereka dapat bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global,” jelas Doni.

Aspek sertifikasi SKKNI inilah yang menjadi fokus utama bagi Pemkab Kutim, mengingat tantangan pasar saat ini menuntut profesionalisme dan jaminan mutu dari setiap pelaku usaha.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi secara tegas menekankan bahwa studi tiru ini adalah respons terhadap tantangan pasar yang semakin kompetitif. Ia menyoroti bahwa peningkatan kualitas dan produktivitas adalah prasyarat mutlak agar UMKM Kutim tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar luar.

“Tantangan kita bersama adalah bagaimana meningkatkan kualitas dan produksi UMKM yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Kita harus jujur, tanpa standar kualitas yang jelas dan tanpa kompetensi SDM yang teruji, produk kita akan sulit bersaing,” ujar Mahyunadi.

Beliau berharap, dengan mengadopsi model pembinaan berbasis sertifikasi dan standar kompetensi seperti yang diterapkan Jatim, Kutim dapat segera mencetak pelaku usaha yang profesional. “Kami datang ke Jatim untuk belajar dan menerapkan strategi serupa di Kutim, agar produk kita memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, kembali menegaskan posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.

“UMKM adalah motor penggerak ekonomi kerakyatan. Jika sektor ini kita perkuat dengan standar kualitas dan kompetensi yang tinggi, dampaknya akan sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil studi tiru ini diharapkan menjadi inspirasi konkret untuk memperkuat sektor UMKM Kutim dari hulu ke hilir, mulai dari pembinaan manajemen, pengemasan, hingga standarisasi produk,” kata Teguh.

Melalui sinergi antar-perangkat daerah dan dukungan dari DPRD Kutim yang turut hadir, Pemkab Kutim berkomitmen untuk mempercepat transformasi UMKM lokal. Visi Pemkab adalah mewujudkan pelaku UMKM yang tidak hanya mandiri dan kreatif, tetapi yang terpenting adalah berdaya saing global dengan bekal kompetensi yang teruji dan diakui. Langkah strategis ini diharapkan menjadi pijakan untuk menghadirkan UMKM Kutim yang modern, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi daerah.(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *