Berita

Talenta Tak Mengenal Batas: Prisila Karen Sitinjak Raih Juara Got Talent HDI 2025 Kutim

365
×

Talenta Tak Mengenal Batas: Prisila Karen Sitinjak Raih Juara Got Talent HDI 2025 Kutim

Share this article

SANGATTA – Puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencapai klimaksnya dalam suasana haru dan inspiratif di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Rabu (3/12/2025). Momen penyerahan hadiah untuk pemenang Lomba Got Talent yang diserahkan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjadi bukti nyata penguatan komitmen daerah terhadap inklusi.

Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa kegiatan ini melampaui seremoni tahunan. “Anak-anak kita hari ini bukan hanya tampil, tetapi mereka adalah inspirasi hidup. Talenta tidak mengenal batas atau kekurangan. Pemerintah Kabupaten Kutim bertekad untuk terus memperkuat dukungan bagi inisiatif inklusif semacam ini,” ujar Bupati di hadapan ratusan peserta, guru, dan pendamping.

Lomba Got Talent sukses menjadi magnet utama dalam perayaan HDI Kutim tahun ini. Peserta dari berbagai latar belakang pendidikan—mulai dari SLB, SD umum, hingga sekolah inklusi—berkompetisi menunjukkan kebolehan mereka. Berbagai kategori bakat dipertunjukkan, meliputi seni tarik suara, tari tradisional, pembacaan puisi, peragaan busana (fashion show), hingga seni bela diri silat.

Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri, berikut adalah daftar pemenang utama yang berhak menerima piala, piagam, dan hadiah langsung:

PeringkatNama PemenangAsal SekolahJenis Penampilan
Juara 1Prisila Karen SitinjakSLB Negeri KutimTarian daerah penuh ekspresi dan ketepatan gerak.
Juara 2Refhasya Ayasofia Ardina PutriSD YPPSB 3Fashion show dengan ekspresi panggung memukau.
Juara 3Carissa Nauren AdityaSD YPPSB 1Penampilan vokal yang kuat dan stabil.
Harapan 1Trio Yoshe Alesia Putri dkk.SLB Negeri KutimTari tradisional yang harmonis dan kompak.
Harapan 2Ahmad AlfathSLB Negeri KutimAksi fashion show yang memukau.
Harapan 3Mahsan MubarakSDN 012 BengalonAksi silat yang energik.

Terlihat momen mengharukan saat orang tua dan pendamping tak kuasa menahan air mata haru menyaksikan anak-anak mereka berdiri bangga di atas panggung kehormatan. Kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan pengakuan publik terhadap kemampuan dan kerja keras mereka.

Penutupan HDI Kutim 2025 diakhiri dengan penampilan kolaboratif seluruh peserta, mengukuhkan pesan utama: Dengan ruang dan dukungan yang memadai, setiap anak disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar terang.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *