Berita

Panahan Tradisional Bangkit di Kutim, Bupati Cup Series 3 Jadi Magnet Atlet Nasional

399
×

Panahan Tradisional Bangkit di Kutim, Bupati Cup Series 3 Jadi Magnet Atlet Nasional

Share this article

SANGATTA — Semangat pelestarian budaya berpadu dengan pembinaan olahraga kembali terasa kuat di Kutai Timur. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi membuka Kutim Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (27/12/2025).

Ajang panahan tradisional ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kutim dalam menghadirkan olahraga yang tidak hanya berorientasi prestasi, tetapi juga sarat nilai budaya dan pembentukan karakter generasi muda.

Pembukaan turnamen dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim mewakili Bupati Kutai Timur. Sambutan kepala daerah disampaikan Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, di hadapan ratusan atlet, pelatih, official, serta tamu undangan.

Basuki menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan turnamen panahan tradisional yang kini memasuki seri ketiga. Ia juga menyampaikan salam hangat dan pesan dukungan dari Bupati Kutim kepada seluruh atlet, orang tua, dan pihak penyelenggara yang terus berperan aktif dalam pembinaan olahraga.

Menurutnya, Bupati Cup bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kutim untuk memperluas pembinaan olahraga berbasis budaya. Ke depan, turnamen ini direncanakan terus berlanjut dengan konsep yang lebih inovatif dan skala yang lebih besar.

“Panahan tradisional memiliki nilai lebih. Selain melatih fisik, olahraga ini membentuk karakter seperti disiplin, ketenangan, fokus, dan pengendalian diri yang sangat dibutuhkan generasi muda,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus digitalisasi, olahraga menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja. Melalui panahan tradisional, energi anak muda dapat disalurkan secara sehat sekaligus membangun mental dan sportivitas sejak dini.

Dalam sambutannya, Basuki juga menyinggung perkembangan olahraga Kutai Timur yang kini mulai diperhitungkan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Capaian tersebut, katanya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, dan dukungan penuh para orang tua atlet.

Dispora Kutim turut memberikan apresiasi kepada Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kutim yang dinilai konsisten berinovasi dan menjaga keberlanjutan event panahan tradisional. Pemkab Kutim berharap turnamen ini ke depan mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain mengejar prestasi, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Basuki menegaskan pentingnya standar keamanan dalam latihan dan pertandingan, mengingat panahan merupakan olahraga yang memiliki risiko jika tidak dilakukan sesuai prosedur.

“Kami mengimbau atlet untuk berlatih di klub resmi yang memiliki pendamping berpengalaman dan tersertifikasi. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Menutup sambutan, Basuki mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ia menekankan bahwa menang dan kalah adalah bagian dari proses pembelajaran dalam perjalanan seorang atlet.

“Yang terpenting adalah semangat, pengalaman, dan kebanggaan telah berani tampil dan berkompetisi. Kalian semua adalah juara,” pungkasnya.

Pembukaan turnamen ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pengurus Fespati Provinsi Kalimantan Timur dan Fespati Kutim, serta ratusan pemanah tradisional dari berbagai daerah. Pemkab Kutim optimistis, ajang ini akan melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat citra Sangatta sebagai daerah yang aktif, berbudaya, dan berdaya saing di bidang olahraga.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *