Berita

Bupati Cup Series 3 Tegaskan Kutai Timur sebagai Pusat Panahan Tradisional Berbasis Budaya

461
×

Bupati Cup Series 3 Tegaskan Kutai Timur sebagai Pusat Panahan Tradisional Berbasis Budaya

Share this article

SANGATTA — Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan olahraga berbasis kearifan lokal melalui Kutai Timur Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025. Ajang panahan tradisional berskala nasional tersebut resmi ditutup pada Minggu (28/12/2025) di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta.

Penutupan turnamen dilakukan oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Trisno, mewakili Bupati Kutai Timur. Hadir mendampingi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim, Basuki Isnawan, bersama jajaran panitia dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Trisno menegaskan bahwa Bupati Cup bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan ruang strategis untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya Nusantara melalui panahan tradisional. Ia menyebut, nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga ini sejalan dengan upaya pembangunan karakter masyarakat.

“Panahan tradisional memiliki akar sejarah panjang di Nusantara. Ini bukan hanya soal teknik membidik sasaran, tetapi juga sarana membentuk karakter—melatih kesabaran, ketenangan, ketepatan, dan keseimbangan antara pikiran, hati, serta gerak tubuh,” ujar Trisno.

Ia juga menyinggung catatan historis panahan yang telah dikenal sejak era Kerajaan Majapahit, termasuk istilah Laras Panji pada masa Prabu Hayam Wuruk, sebagai bukti bahwa panahan merupakan bagian dari peradaban bangsa sejak dahulu.

Menurutnya, semangat Bupati Cup sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, berdaya saing, dan berakar pada nilai budaya, sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Trisno turut memberikan apresiasi kepada Dispora Kutim atas konsistensi penyelenggaraan turnamen ini yang terus berkembang hingga menjadi agenda nasional. Ia menyampaikan harapan Bupati Kutai Timur agar Bupati Cup panahan tradisional dapat terus berlanjut dan semakin berkualitas dari tahun ke tahun.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pelaksanaan Bupati Cup menunjukkan komitmen yang kuat dan berkelanjutan. Harapannya, ajang ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang tangguh dan berkarakter untuk membangun Kutai Timur,” tambahnya.

Rangkaian penutupan ditandai dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para juara dari berbagai kategori. Purnama Abu Fazly dari NRC Donggala tampil menonjol dengan meraih juara pada kategori Aduan 70 Meter dan Kualifikasi 70 Meter. Sementara itu, gelar juara lainnya diraih oleh Abu Alifah (Kualifikasi 40 Meter), Al Fathan Faeyza (5 Meter Putra), Zaskia Aqila Zahra (5 Meter Putri), Rasya Zikri Al Arkhan (7 Meter Putra), Zahrini Azzahra Rukman (7 Meter Putri), Muhammad Asyam Abdullah (10 Meter Putra), dan Shanum Humairah (10 Meter Putri).

Dengan berakhirnya Bupati Cup Series 3, Kutai Timur semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu daerah rujukan panahan tradisional di Kalimantan Timur, sekaligus menunjukkan sinergi antara olahraga, budaya, dan pembangunan karakter bangsa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *