Berita

Kutim Siaga Karhutla, AKBP Fauzan Arianto Minta Masyarakat dan Korporasi Proaktif

410
×

Kutim Siaga Karhutla, AKBP Fauzan Arianto Minta Masyarakat dan Korporasi Proaktif

Share this article

SANGATTA – Menghadapi siklus musim kemarau yang mulai memasuki wilayah Kalimantan Timur, Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto secara resmi mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran dan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

​Langkah proaktif ini diambil sebagai tindak lanjut atas arahan Kapolri terkait mitigasi bencana nasional. Mengingat topografi Kutai Timur yang memiliki kawasan hutan luas dan lahan gambut yang rentan, kesiapsiagaan sejak dini dianggap sebagai harga mati guna menghindari bencana kabut asap yang dapat merugikan berbagai sektor.

AKBP Fauzan Arianto menjelaskan bahwa Polres Kutim tidak hanya menyiapkan personel untuk pemadaman, tetapi lebih menekankan pada strategi hulu, yakni tindakan preemtif dan preventif.

​”Kami telah memetakan titik-titik rawan (hotspot) di seluruh wilayah hukum Polres Kutim. Strategi kami dimulai dari tahap awal, yakni edukasi preemtif kepada masyarakat, hingga penyiapan skenario penanganan cepat di lapangan jika ditemukan titik api,” terang Fauzan saat memberikan keterangan resmi pada Selasa (14/4/2026).

Kapolres menggarisbawahi bahwa luasnya cakupan wilayah Kutai Timur mustahil bisa dipantau secara maksimal tanpa adanya dukungan dari arus bawah. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari tingkat desa, dusun, hingga pihak swasta, terutama korporasi di sektor perkebunan dan pertambangan, untuk menjadi “mata dan telinga” bagi aparat.

​Dalam imbauannya, ada tiga poin krusial yang ditegaskan oleh Kapolres:

​Stop Pembukaan Lahan dengan Membakar: Masyarakat dilarang keras melakukan praktik land clearing dengan cara dibakar. Selain berisiko meluas menjadi kebakaran tak terkendali, tindakan ini memiliki konsekuensi hukum yang tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

​Aksi Mitigasi Lingkungan: Masyarakat didorong untuk menjaga kelembapan lahan dengan tetap merawat vegetasi hijau dan melakukan penanaman pohon sebagai upaya jangka panjang menjaga cadangan air tanah.

​Kesiapan Sarana Prasarana: Bagi pelaku usaha, diharapkan memastikan ketersediaan embung air dan peralatan pemadam kebakaran di area konsesi masing-masing agar bisa bertindak cepat sebelum api menjalar ke wilayah luas.

Menutup arahannya, Fauzan mengajak seluruh warga Kutai Timur untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, rasa aman dan nyaman dari bencana adalah hasil dari kedisiplinan bersama.

​“Mari kita saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, serta terhindar dari ancaman Karhutla. Kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat adalah kunci utama dalam melewati musim kemarau tahun ini tanpa bencana,” pungkasnya.

​(sl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *