Berita

Bidik Tiga Besar Porprov Kaltim 2026, Pemkab Kutim Mulai Panaskan Mesin Kontingen

406
×

Bidik Tiga Besar Porprov Kaltim 2026, Pemkab Kutim Mulai Panaskan Mesin Kontingen

Share this article

​SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi memulai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser, November 2026 mendatang. Langkah awal ini ditandai dengan Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Kontingen di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Kamis (30/4/2026).

​Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutim sekaligus Ketua Kontingen, Mahyunadi. Agenda utama berfokus pada dua hal krusial, finalisasi struktur pengurus kontingen dan pembahasan detail teknis penunjang performa atlet di lapangan.Turut hadir jajaran Dispora Kutim, di antaranya Kepala Dinas Basuki Isnawan, Sekretaris Dinas M. Misbachul Choir, dan Pak Burhan sekarang Kabid pembinaan prestasi Burhanuddin.

​Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab Kutim membawa ambisi besar pada edisi kali ini. Merujuk amanah Bupati, Kutai Timur ditargetkan mampu merangsek ke posisi tiga besar dalam perolehan medali secara keseluruhan.

​”Kita diamanahi untuk masuk tiga besar. Memang tantangannya cukup berat karena jika berkaca pada hasil sebelumnya, kita masih terpaut selisih 48 medali. Namun, berat bukan berarti mustahil,” ujar Mahyunadi optimis.

​Ia menganalogikan keberhasilan kontingen Kutim pada ajang MTQ tingkat provinsi lalu yang sukses menyabet gelar Juara Umum sebagai bukti bahwa lompatan prestasi bisa diwujudkan dengan manajemen yang tepat.

​Prioritaskan Atlet Lokal, Haramkan “Sewa” Atlet
​Dalam strategi teknisnya, Mahyunadi menginstruksikan seluruh Ketua Cabang Olahraga (Cabor) untuk memaksimalkan potensi lokal. Ia secara tegas menolak praktik instan dengan mendatangkan atlet dari luar daerah.

​”Fokus kita adalah menggenjot potensi lokal. Atlet yang kemarin meraih perunggu kita tingkatkan ke perak, yang perak kita dorong meraih emas. Saya tidak ingin kita menyewa atlet dari luar,” tegasnya.

​Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Kutim menyiapkan program Try Out dan Training Center (TC) secara selektif bagi atlet potensial. Selain itu, aspek kesejahteraan seperti bonus atlet juga menjadi perhatian. Mahyunadi mengisyaratkan nilai bonus minimal akan setara dengan Porprov 2022, mengingat kondisi APBD 2026 yang diperkirakan stabil.

​Senada dengan Mahyunadi, Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa secara administratif, Kutai Timur merupakan daerah pertama yang sudah merampungkan tim kontingen di Kalimantan Timur.

​”Berdasarkan komunikasi kami dengan KONI Kaltim, baru Kutai Timur yang sudah menyiapkan tim kontingen secara matang. Artinya, secara organisasi kita sudah sangat siap,” ungkap Rudi.

​Rudi menambahkan, dalam waktu dekat pihak kontingen akan memanggil seluruh ketua cabor untuk memetakan potensi medali secara spesifik melalui diskusi dua arah. Hal ini termasuk mengantisipasi adanya wacana penghapusan sejumlah nomor tanding oleh PB Porprov demi efisiensi anggaran.

​Menariknya, Rudi menekankan filosofi kerja tim kontingen kali ini sebagai pelayan bagi para pejuang olahraga. Ia meminta seluruh pengurus memastikan kebutuhan dasar atlet mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi terjamin 100 persen.

​”Tugas pengurus kontingen adalah melayani. Kita pastikan atlet bisa berangkat, tinggal dengan tenang, dan urusan konsumsi teratasi. Atlet tidak mungkin bisa bertanding maksimal tanpa jaminan akomodasi yang layak,” pungkas Rudi.

​Dengan 64 cabor yang dipersiapkan, Kutai Timur kini bersiap memulai tahapan latihan intensif demi mewujudkan target sejarah di ajang Porprov mendatang.(Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *