
SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim) mengusung pendekatan berbeda dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Paser. Bukan sekadar mematok target medali, KONI Kutim kini menitikberatkan fokus pada pemenuhan kebutuhan atlet secara menyeluruh.
Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menegaskan bahwa tim saat ini berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan para “pejuang olahraga” terpenuhi tanpa celah. Hal tersebut ia sampaikan usai Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Kontingen di Kantor Bupati Kutai Timur, Kamis (30/4/2026).
Rudi memberikan instruksi tegas kepada jajarannya agar mengubah pola pikir organisasional. Menurutnya, pengurus harus menempatkan diri sebagai pendukung utama keberhasilan atlet.
”Tugas pengurus adalah melayani, bukan dilayani. Kita pastikan atlet bisa berangkat dan tinggal dengan tenang. Atlet tidak mungkin bertanding maksimal tanpa jaminan akomodasi dan konsumsi yang layak,” ujar Rudi.
Rudi meyakini bahwa prestasi di arena pertandingan merupakan refleksi dari kenyamanan atlet di luar lapangan. Sebagai bentuk komitmen, KONI Kutim memastikan kebutuhan dasar atlet akan dikawal ketat oleh pengurus kontingen, yang meliputi:
Akomodasi & Transportasi: Jaminan tempat tinggal yang layak serta mobilisasi yang lancar selama kompetisi.
Gizi & Konsumsi: Pengawasan ketat terhadap asupan makanan guna menjaga kondisi fisik atlet tetap prima.
Bonus Kompetitif: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menyiapkan skema bonus sebagai bentuk apresiasi bagi para patriot olahraga Kutai Timur.
Strategi “membereskan rumah tangga” lebih awal menjadi kunci kekuatan Kutim kali ini. Kutai Timur diklaim menjadi daerah pertama di Kalimantan Timur yang berhasil merampungkan struktur tim kontingen secara definitif.
Dengan tuntasnya urusan administrasi, Rudi menjelaskan bahwa energi organisasi kini dialihkan sepenuhnya untuk mendampingi 64 Cabang Olahraga (Cabor). Fokus utama saat ini adalah memetakan potensi medali secara spesifik dan teknis.
Selain aspek kesejahteraan, KONI Kutim juga bersikap proaktif terhadap perubahan regulasi. Rudi berencana melakukan diskusi dua arah dengan para ketua cabor guna mengantisipasi wacana penghapusan sejumlah nomor tanding oleh Pengurus Besar (PB) Porprov.
Tiga Target Utama Kutai Timur di Porprov VIII:
Tertib Administrasi: Menjadi kontingen dengan tata kelola organisasi paling rapi di Kaltim.
Pelayanan Maksimal: Menjamin kesejahteraan atlet secara menyeluruh dari awal hingga akhir kompetisi.
Prestasi Gemilang: Menembus posisi tiga besar pada klasemen akhir perolehan medali. (Am)


