Berita

Target Tembus Tiga Besar, KONI Kutai Timur Gelar Rakor Tahap 1 Persiapan PORPROV VIII 2026

417
×

Target Tembus Tiga Besar, KONI Kutai Timur Gelar Rakor Tahap 1 Persiapan PORPROV VIII 2026

Share this article

​SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur bergerak cepat mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Timur VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026 mendatang.

​Sebagai langkah awal, KONI Kutai Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahap 1 di Sekretariat KONI Kutai Timur. Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua Kontingen, Mahyunadi, didampingi Kepala Dispora (Wakil Ketua Kontingen) Basuki Isnawan, Sekretaris Dispora Muhammad Misbahul Choir, Ketua Umum KONI Kutai Timur Rudi Hartono, serta Sekretaris Umum KONI Hardoni.

​Turut hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh olahraga daerah, termasuk sesepuh olahraga Kutai Timur, Sarwono Hidayat, serta para ketua dan pengurus cabang olahraga (cabor). Di Kantor KONI Kutai Timur, Selasa (19/Mei/2026).

​Ketua Umum KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, menekankan pentingnya komunikasi yang solid antara pengurus cabor dan jajaran kontingen. Ia berharap segala kendala teknis dapat didiskusikan dan dicarikan solusi sejak dini agar tidak ada keluhan saat kompetisi berlangsung.

​”Hal sekecil apa pun, baik formal maupun nonformal, mari kita diskusikan. Jangan sampai setelah bertanding baru muncul keluhan terkait akomodasi, transportasi, atau konsumsi. Kita bergerak lebih awal agar melalui strategi yang matang, potensi medali perak bisa kita tingkatkan menjadi medali emas,” ujar Rudi.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dispora Kutai Timur, Basuki Isnawan, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berlari kencang melakukan inventarisasi kebutuhan kontingen. Dari total 64 cabor yang akan berlaga, pada tahap pertama ini sengaja diundang 36 cabor terlebih dahulu agar koordinasi bisa berjalan lebih fokus dan terarah.

​”Saat ini Dispora telah mengidentifikasi data jumlah kontingen dan kebutuhan dari 24 cabor, dan cabor lainnya akan segera menyusul. Kami meminta pengurus cabor aktif melengkapi data saat diundang karena ini menjadi dasar pemenuhan kebutuhan mereka,” jelas Basuki.

​Basuki juga menambahkan bahwa Sekretariat KONI kini difungsikan sebagai Sekretariat Kontingen. Komunikasi juga diperkuat melalui grup WhatsApp agar penyebaran informasi berjalan cepat.

​”Pak Bupati memberikan target tiga besar. Namun, Pak Wakil Bupati selaku Ketua Kontingen memotivasi kita, jika bisa meraih posisi kedua atau bahkan juara umum, mengapa tidak? Ini adalah kerja besar bersama yang membutuhkan kekompakan,” tegasnya.

​Wakil Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua Kontingen PORPROV Kutai Timur, Mahyunadi, mengungkapkan bahwa penunjukan dirinya sebagai ketua kontingen merupakan amanah langsung dari Bupati Kutai Timur untuk menjaga keharmonisan kepemimpinan di daerah.

​Menanggapi target masuk tiga besar, Mahyunadi mengakui tantangan yang dihadapi cukup berat jika berkaca pada hasil PORPROV 2022 lalu, di mana jarak peringkat keempat (posisi Kutai Timur) dengan peringkat ketiga terpaut hingga 50 medali emas. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus yang berfokus pada cabor pendulang medali.

​”Kita harus jeli. Peringkat itu dihitung dari jumlah emas. Kita harus genjot cabor-cabor yang menyediakan banyak medali, seperti Hapkido yang memperebutkan lebih dari 50 medali, atau Aeromodelling dengan 49 medali. Cabor populer seperti sepak bola tetap kita maksimalkan, namun fokus utama pendongkrak emas adalah cabor-cabor potensial tersebut,” papar Mahyunadi.

​Di samping strategi kompetisi, Mahyunadi memastikan aspek sarana, prasarana, dan kenyamanan atlet akan menjadi prioritas utama tim kontingen, mulai dari kualitas seragam, sepatu yang layak, konsumsi yang sehat, hingga transportasi dan akomodasi yang nyaman.

​Kabar baiknya, dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, saat ini baru Kutai Timur yang anggaran PORPROV-nya sudah siap dan matang. Meski demikian, Mahyunadi mengingatkan agar seluruh elemen tidak lengah dan tetap fokus pada persiapan internal.

​”Kutai Timur paling siap secara anggaran saat ini. Namun, daerah lain pasti akan menganggarkan di APBD Perubahan menjelang November nanti. Jadi, kita tidak perlu fokus pada kelemahan lawan, melainkan fokus pada kekuatan kita sendiri. Tingkatkan prestasi atlet dan optimalkan lobi-lobi positif antar-pengurus cabang olahraga,” pungkasnya.(Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *