Berita

Bupati Ardiansyah Lepas Pengiriman Perdana Kakao Fermentasi Karangan ke Bandung

403
×

Bupati Ardiansyah Lepas Pengiriman Perdana Kakao Fermentasi Karangan ke Bandung

Share this article

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meluncurkan pengiriman perdana biji kakao fermentasi asal Kecamatan Karangan untuk memasok kebutuhan industri pangan PT Rasantara Cipta Pangan di Bandung, Jawa Barat.

​Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong diversifikasi ekonomi dan hilirisasi komoditas perkebunan di wilayah Kutim.
​Pelepasan secara simbolis armada pengiriman antardaerah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Halaman Lobi Kantor Bupati Kutim pada Rabu (17/6/2026).

​Turut hadir dalam upacara pelepasan tersebut Kepala DPMPD Provinsi Kaltim Puguh Haryanto, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung, Kepala Dinas Perkebunan Kutim Arief Nur Wahyuni, Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum, Kepala Diskop UKM Kutim Marhadyn, Camat Karangan Muhammad Reza Pahlevi, Kepala Desa Karangan Ilir Jabir, serta perwakilan kelompok tani setempat.

​Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi tinggi kepada para petani, kelompok tani, dan pelaku UMKM di Kecamatan Karangan. Mereka dinilai berhasil meningkatkan standar mutu kakao lokal melalui proses fermentasi.

​Ardiansyah menegaskan, keberhasilan menembus pasar industri di Pulau Jawa membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

​”Ini adalah kebanggaan sekaligus bukti bahwa produk kakao Karangan mampu meraih kepercayaan pasar luar daerah,” ujar Ardiansyah.
​Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk mengawal diversifikasi ekonomi ini secara berkelanjutan. Langkah pengawalan dimulai dari penguatan budidaya, standardisasi pascaproduksi, hingga perluasan akses pasar.

​Bupati menambahkan, Kecamatan Karangan sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil kakao di Kutim.

​Namun, tantangan terbesar komoditas perkebunan rakyat selama ini sering kali terletak pada fluktuasi harga dan serapan pasar akibat kualitas biji kakao yang belum seragam.

​Sementara itu, Camat Karangan, Muhammad Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa kemitraan dengan industri mampu memicu petani untuk menerapkan metode fermentasi yang benar.

​Proses fermentasi merupakan tahapan krusial untuk memunculkan aroma dan cita rasa khas cokelat premium yang disyaratkan oleh industri pangan nasional.

​”Kerja sama ini menjadi pembuktian mutu. Kami berharap pasokan perdana ini menjadi pembuka jalinan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara petani di Kutai Timur dan dunia usaha,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut.

​Optimisme serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Kutim, Arief Nur Wahyuni. Ia menyatakan bahwa kepastian pasar (offtaker) ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan riil para petani di desa.

​Lebih jauh, Arief berharap keberhasilan hilirisasi ini dapat menarik minat generasi muda untuk melirik sektor pertanian.

​”Sektor perkebunan, khususnya kakao yang dikelola secara modern dari hulu ke hilir, kini berpotensi menjadi lapangan kerja menjanjikan yang mampu memperkuat ekonomi daerah,” pungkasnya. (Ns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *