
SANGATTA – Munculnya gerakan penggalangan dukungan terhadap figur calon Ketua KONI Kutai Timur dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Masyarakat Pemerhati Olahraga sekaligus Wakil Sekretaris I KONI Kutim, Rahman.
Meski memandang riak-riak dukungan tersebut sebagai hak konstitusional setiap anggota, Rahman memberikan catatan kritis. Ia mengimbau seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) di Kutim untuk tetap meletakkan kepentingan atlet di atas agenda suksesi.
”Saat ini fokus utama seluruh cabor di Kutai Timur seharusnya tertuju pada persiapan menghadapi Porprov Kaltim yang tinggal menghitung bulan. Jangan sampai konsentrasi kita terpecah,” kata Rahman.
Langkah menjaga kondusivitas ini dinilai krusial mengingat Pemkab Kutim menargetkan kontingennya masuk dalam jajaran tiga besar pada Porprov VIII Kaltim mendatang. Menurut Rahman, target tersebut mustahil tercapai tanpa adanya kekompakan dan suasana kerja yang tenang di lingkungan cabor.
”Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri untuk tidak membawa cabor ke dalam arus dukung-mendukung saat ini. Biarkan program latihan berjalan tanpa distraksi politik organisasi,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Rahman menyarankan agar pembahasan mengenai suksesi kepemimpinan KONI diletakkan setelah gelaran Porprov rampung. Formula ini dinilai sebagai jalan tengah terbaik agar target medali daerah aman, dan proses demokrasi internal KONI tetap bisa berjalan elegan pada momentum yang tepat.(*)

