
Sangatta – Ketua Umum KONI Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H. Rudi Hartono, mendorong Pengurus Kabupaten Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kutim untuk melakukan terobosan baru dalam pembinaan atlet muda. Hal itu disampaikannya saat membuka resmi Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) IV IODI Kutim di Sangatta Utara, Sabtu (22/8/2026).
Di hadapan seluruh peserta dan perwakilan 12 klub dancesport se-Kutim, Rudi menekankan pentingnya penyegaran organisasi dan regenerasi atlet yang berkelanjutan. Ia meminta kepengurusan IODI yang baru agar lebih gencar turun ke lapangan.
”Kami minta kepengurusan baru lebih intens bersosialisasi ke sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat. Kita ingin regenerasi berjalan baik seperti pada cabang olahraga atletik, panjat tebing, atau triathlon, sehingga kita tidak hanya bergantung pada atlet lama,” tegas Rudi Hartono.
Melihat rekam jejak dan potensi besar yang dimiliki cabor dancesport, Ketua KONI Kutim tersebut turut memasang target tinggi namun realistis pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim yang akan berlangsung di Kabupaten Paser.
”Minimal IODI bisa mempersembahkan tiga medali emas untuk Kutai Timur pada Porprov mendatang,” tambahnya.
Musorkab IV yang mengusung tema “Bersinergi Raih Prestasi Tingkatkan Kualitas” ini menetapkan kembali dr. Novel Tyty Paembonan secara aklamasi sebagai Ketua IODI Kutim periode 2026–2030.
Merespons arahan Ketua KONI, dr. Novel Tyty Paembonan menegaskan kesiapannya untuk menyelaraskan program kerja IODI dengan target daerah, termasuk memperkuat sinergi dengan Pemkab Kutim, Dispora, KONI, hingga DPRD.
”Fokus kami adalah menyusun program kerja yang terukur dan terarah. Persiapan atlet menuju Porprov Paser terus dimaksimalkan agar target yang ditetapkan KONI bisa kita capai bersama,” pungkas dr. Novel.(Kw)

